Musi Banyuasin – Kondisi jembatan penghubung antara Desa SP5 dan Desa SP6, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum juga diperbaiki.
Jembatan tersebut disebut sudah tidak layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena kondisi lantai dan konstruksi yang rusak berat. Warga menilai lambannya perbaikan menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran proyek perbaikan jembatan tersebut.
Menurut keterangan sejumlah warga yang ditemui awak media di lokasi, kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Jembatan ini setiap hari dipakai anak-anak pergi sekolah, warga membawa hasil kebun, dan aktivitas lainnya. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret mengingat akses tersebut merupakan jalur penting penghubung antar desa.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, awak media kemudian menemui Kepala Desa SP5 Plakat Tinggi, Imam, di kediamannya. Dalam keterangannya, Imam mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan kepada pihak terkait.
“Saya sudah berusaha mengusulkan kepada semua pihak terkait agar jembatan ini segera diperbaiki. Warga di sini sudah sangat resah dan berharap pengerjaan segera direalisasikan,” ungkapnya.
Namun hingga saat ini, menurutnya, pelaksanaan perbaikan belum juga terealisasi.
Sementara itu, awak media juga menemui pihak terkait dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin, yakni Bidang Preservasi melalui Budi. Ia menjelaskan bahwa material untuk perbaikan jembatan sebenarnya sudah tersedia.
“Material jembatan sudah ada, namun mengalami hambatan transportasi dalam perjalanan sehingga pengiriman material terlambat sampai ke lokasi,” jelasnya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, kondisi jembatan masih belum diperbaiki dan tetap digunakan warga dengan kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mempercepat proses perbaikan agar aktivitas warga kembali normal dan tidak menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih besar.
(Amri)











