GIN JATIM JEMBER
19/07/2026
Gus Bupati Sambut mahasiswa dari 17 perguruan tinggi resmi diterjunkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V Tahun 2026 bertema “Desa Cinta (Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh)” di Alun-Alun Jember,
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Dewan Pengarah KKN Kolaboratif, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menegaskan bahwa konsep Desa Cinta harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan hanya menjadi tema kegiatan.
Ia menjelaskan, desa cerdas merupakan desa yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Desa inklusif adalah desa yang memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berkembang tanpa ada yang tertinggal.
Sedangkan desa tangguh merupakan desa yang mampu menghadapi berbagai tantangan dengan semangat gotong royong dan kemandirian.
Prof. Yuli juga mengingatkan mahasiswa agar tidak datang ke desa sebagai pihak yang merasa paling mengetahui persoalan. Sebaliknya,
mahasiswa harus menjadi rekan masyarakat dalam menggali potensi dan menyelesaikan persoalan melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.
“Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat serta hubungan baik yang tetap terjalin setelah program berakhir,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang pengabdian sekaligus belajar memahami kondisi nyata masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memperbaiki akurasi data kemiskinan, khususnya kelompok masyarakat miskin ekstrem atau Desil 2.
Data tersebut dinilai penting agar berbagai program bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Jangan hanya menjadi generasi yang pandai mengkritik. Jadilah bagian dari solusi dengan memberikan data dan masukan yang benar berdasarkan kondisi di lapangan,” tegas Gus Fawait.
Karena itu, keberadaan puluhan perguruan tinggi di daerah ini harus mampu memberikan dampak nyata melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Selain mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN, Gus Fawait juga mengumumkan bahwa Pemkab Jember segera membuka pendaftaran beasiswa bagi sekitar 4.000 mahasiswa asal Jember yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu maupun mahasiswa berprestasi sebagai investasi jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan melalui pendidikan.
Melalui KKN Kolaboratif V Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu melahirkan solusi konkrjt yang mendorong terwujudnya desa yang lebih cerdas Nantinya.
Maski











