KENDAL– GLOBALNNESTIGASI GINEWS
RSUD dr H Soewondo Kendal melatih seluruh pegawainya dalam upaya mencegah risiko infeksi dan kebakaran melalui kegiatan In House Training (IHT) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Kegiatan yang diikuti sekitar 800 tenaga kesehatan dan nonkesehatan tersebut berlangsung selama sepekan penuh, mulai 21 hingga 28 April 2026. Pelatihan dilaksanakan di area parkir dan Gedung Diagnostic Centre RSUD dr H Soewondo Kendal.
IHT menghadirkan narasumber internal, yakni dr Any Yuliastuti Sp.Rad FisQua selaku Ketua K3 RSUD dr H Soewondo Kendal, serta dr Muhammad Prabu Arianda, spesialis paru sekaligus tim PPI rumah sakit tersebut.
Ketua K3 RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Any Yuliastuti, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Manajemen Fasilitas Kesehatan untuk menjamin keamanan dan keselamatan layanan di rumah sakit. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa sesi agar tidak mengganggu jadwal pelayanan.
“Pelatihan ini bertujuan agar seluruh karyawan mampu melindungi diri sendiri, pasien, keluarga pasien, dan pengunjung, baik dari sisi keselamatan maupun keamanan selama berada di lingkungan rumah sakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu materi utama yang ditekankan adalah penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Seluruh peserta diberikan praktik langsung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Seluruh karyawan dilatih agar bisa melakukan pemadaman api menggunakan APAR secara cepat dan tepat tanpa kebingungan, karena dilakukan dengan metode praktik langsung,” jelasnya.
Pegawai RSUD dr Soewondo ikuti pelatihan kegiatan In House Training (IHT) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Pegawai RSUD dr Soewondo ikuti pelatihan kegiatan In House Training (IHT) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Sementara itu, dr Muhammad Prabu Arianda menyampaikan bahwa pelatihan PPI bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan risiko infeksi di lingkungan rumah sakit, baik bagi pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, maupun masyarakat sekitar.
“IHT PPI ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan, mencegah infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, serta menjamin keselamatan pasien,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah langkah yang ditekankan dalam PPI meliputi sanitasi lingkungan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sterilisasi alat dan ruangan guna menjaga mutu pelayanan.
Menurutnya, target utama dari program PPI adalah menekan risiko penularan infeksi, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas.
“Penempatan pasien juga diatur, apakah di ruang infeksi atau noninfeksi, agar lebih aman. Harapannya, pasien yang datang bisa pulang dalam kondisi sehat tanpa tertular infeksi,” tandasnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan infeksi harus dimulai dari tenaga kesehatan itu sendiri dengan memahami dan menerapkan prosedur yang tepat untuk meminimalkan potensi penularan di lingkungan rumah sakit.
“Maka sejak awal, dari tenaga kesehatan sendiri. Mereka harus paham dan tahu, bagaimana cara biar penularan infeksi baik dari tenaga kesehatan ke pasien, atau dari pasien ke tenaga kesehatan itu bisa dikurangi,” pungkasnya.









