Tasikmalaya, GI NEWS – Pasanggiri Mojang Jajaka dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi salah satu upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, serta pelestarian budaya daerah.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan mampu memahami realitas yang dihadapi masyarakat dan berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Selain itu, Pasanggiri Mojang Jajaka juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi para pemuda agar memiliki wawasan luas, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengusung semangat regenerasi pemuda yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, pemuda diharapkan tetap teguh mempertahankan idealisme serta identitas budayanya. Sebab, pemuda saat ini merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah masa depan bangsa.
Sejumlah pihak menilai bahwa budaya lokal saat ini menghadapi tantangan besar akibat pengaruh budaya asing yang semakin kuat. Dalam ungkapan Sunda dikenal istilah “jati kasilih ku junti”, yang menggambarkan kondisi ketika nilai-nilai asli mulai tergeser oleh budaya luar.
Sebagai bentuk upaya menjaga dan melestarikan budaya daerah, Paguyuban Mojang Jajaka yang berada di bawah pembinaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terus menggelar Pasanggiri Mojang Jajaka secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya serta identitas masyarakat Tasikmalaya.
Melalui ajang tersebut, para peserta didorong untuk menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Tasikmalaya kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi motor penggerak dalam menjaga keberlangsungan regenerasi pemuda di daerah.
Dengan demikian, Pasanggiri Mojang Jajaka diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berbudaya, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai putra-putri daerah Tasikmalaya.











