Lebak – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak pada Minggu malam, 24 Mei 2026, mengakibatkan jembatan di Kampung Cibadak, Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, amblas setelah diterjang longsor. Akibat kejadian tersebut, akses transportasi warga terganggu dan aktivitas perekonomian masyarakat ikut terdampak.
Kepala Desa Warungbanten, Rudianto, saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa ambruknya jembatan tersebut merupakan kejadian yang kedua kalinya.
“Jembatan ini menghubungkan tiga kampung, yaitu Kampung Cibadak, Kampung Ciparay, dan Kampung Sukasari Desa Hegarmanah. Dengan ambrolnya jembatan ini, roda perekonomian masyarakat menjadi terganggu karena akses untuk membawa hasil panen dari kebun maupun untuk dijual harus memutar lebih jauh,” ujar Rudianto.
Ia menjelaskan, saat ini jembatan hanya dapat dilalui pejalan kaki. Sementara kendaraan roda dua maupun mobil tidak dapat melintas karena kondisi jembatan yang mengalami kerusakan parah.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 40 meter, lebar 3 meter, dan berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter. Sebelumnya, kerusakan pertama sempat diperbaiki melalui swadaya masyarakat Desa Warungbanten.
Rudianto menambahkan, pihak desa bersama masyarakat telah mengajukan proposal pembangunan jembatan kepada dinas terkait sejak tahun 2024. Pada tahun 2025, pihaknya mengaku telah menerima rekomendasi dari Bupati Lebak terkait rencana pembangunan jembatan tersebut.
“Kami mendapat rekomendasi dari Bapak Bupati Lebak yang menyampaikan bahwa jembatan ini akan dibangun melalui dana BPBD Kabupaten Lebak dan Dinas PUPR. Kami berharap janji tersebut segera direalisasikan karena masyarakat sangat membutuhkan jembatan ini,” katanya.
Pemerintah Desa Warungbanten bersama warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan akses ekonomi warga tidak terhambat.
(WG)











