KENDAL – GLOBALNESTIGASI GINEWS PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office Kendal menjalin kerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dalam mendukung pembangunan desa melalui Program Desa BRILian. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional BRI dalam memperkuat ekonomi dan tata kelola desa berbasis digital.

Kepala Kantor Cabang BRI Kendal, Eldi Ledelsa, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata untuk mempercepat pengembangan desa binaan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor ekonomi lokal.
“Program piloting ini berfokus pada pembangunan desa binaan melalui tiga pilar utama, yakni pemberdayaan kapasitas SDM, pengembangan UMKM dan klaster pertanian, serta digitalisasi ekosistem desa,” kata Eldi di Kendal,Selasa (26/5/26).
Ia menjelaskan, pada pilar pemberdayaan kapasitas SDM, BRI bersama FPP Undip memberikan pelatihan kepada kepala desa, perangkat desa, hingga pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan tersebut mencakup tata kelola pemerintahan desa serta pengelolaan keuangan desa berbasis digital.
Menurut Eldi, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendorong desa agar mampu berkembang secara mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan pada pengembangan UMKM dan klaster pertanian. Melalui pendampingan akademisi dari FPP Undip, para petani dan peternak lokal didorong untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian tepat guna.
“Pemanfaatan keilmuan akademis dari FPP Undip diharapkan mampu membantu optimalisasi produk kawasan perdesaan atau Prukades, sehingga hasil pertanian dan peternakan masyarakat memiliki nilai tambah yang lebih baik,” ujarnya.
Pada aspek digitalisasi, BRI juga memperkenalkan berbagai layanan perbankan digital seperti BRImo, QRIS, dan Agen BRILink untuk mempermudah transaksi masyarakat desa. Program tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif hingga tingkat pedesaan.
“KKN Tematik ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian UNDIP kepada masyarakat. Kami ingin mahasiswa hadir sebagai solusi, membantu masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan digital, serta meningkatkan nilai ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki,” pungkas Eldi Ledelsa.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ekonomi desa, BRI bersama lingkungan akademisi Undip akan terus melakukan pendampingan secara berkala di berbagai wilayah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital.











