KABUPATEN BANDUNG – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah berbasis sosial-keagamaan.
Dalam kegiatan Qiro’ah Al-Qur’an Bulan Ramadhan (QORMA) dan buka puasa bersama PC Fatayat NU Kabupaten Bandung di Masjid Agung Al-Fathu, Sabtu (28/2/2026),
Kang DS menegaskan pentingnya peran organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung.
Ramadhan Jadi Momentum Konsolidasi Pembangunan.
Menurut Dadang Supriatna, pembangunan Kabupaten Bandung tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan struktural pemerintah. Sinergi dengan kekuatan sosial dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan percepatan pembangunan daerah.
“Ramadhan bukan sekadar peningkatan ibadah, tetapi momentum memperkuat sinergi membangun umat.
Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Fatayat NU memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat,” ujar Kang DS.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah berbasis kolaborasi akan menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan dibanding pendekatan sektoral semata.
IPM Kabupaten Bandung Naik Jadi 75,70
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung memaparkan capaian pembangunan terkini. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung kini mencapai angka 75,70, dengan realisasi rencana aksi visi-misi daerah menembus 74 persen.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kolaborasi multipihak, termasuk kontribusi organisasi perempuan seperti Fatayat NU dalam memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin Fatayat NU menjadi garda terdepan dalam memperkuat ekonomi keluarga, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah.
Dadang Supriatna menekankan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan strategi pembangunan jangka panjang.
Perempuan yang berdaya akan menciptakan keluarga tangguh, anak-anak terdidik, serta stabilitas sosial yang kuat.
“Ketika perempuan kuat, ekonomi keluarga kokoh, pendidikan anak terjaga, dan kesejahteraan meningkat. Inilah fondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Fatayat NU dalam kegiatan sosial-keagamaan, literasi digital, pemberdayaan UMKM, hingga pendampingan kesehatan masyarakat.
Program Prioritas Kabupaten Bandung 2026
Dalam agenda Ramadhan tersebut, Kang DS turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Bandung yang dapat dikolaborasikan dengan Fatayat NU, antara lain:
-Beasiswa BESTI dan Program PKBM untuk peningkatan akses pendidikan SMP dan SMA.
-Dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan bagi pelaku UMKM guna mendorong ekonomi mandiri.
-Pembangunan RS Cimenyan dan Program Makan Bergizi (MBG) untuk peningkatan layanan kesehatan dan gizi masyarakat.
-Gerakan Tanam di Halaman (Gertaman) guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan organisasi sosial-keagamaan menjadi kunci percepatan pembangunan inklusif di Kabupaten Bandung.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Inklusif
Menutup sambutannya, Dadang Supriatna menegaskan bahwa Ramadhan 2026 harus menjadi energi kolektif dalam membangun Kabupaten Bandung yang partisipatif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin pembangunan Kabupaten Bandung berjalan partisipatif dan berkelanjutan, dengan perempuan sebagai motor penggeraknya,” pungkasnya.
Dengan penguatan peran Fatayat NU,
Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka statistik, tetapi juga pada penguatan karakter, ketahanan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.











