SRAGI Lampung Selatan – Menanggapi sorotan publik dan pemberitaan sebelumnya terkait kehadiran Kepala Sekolah SDN Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai jarang berada di kantor.20 mei 2026
“di balik ketidakhadiran yang menjadi pertanyaan besar itu, tersimpan semangat pengabdian yang patut diapresiasi. Kepala Sekolah yang bersangkutan, Giyanto, tetap berusaha datang ke sekolah dan menjalankan tugasnya, meski kondisi kesehatannya sedang menurun dan harus berbagi waktu dengan jadwal pengobatan rutin.
Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, pantauan awal di lokasi serta keterangan dari Ketua K3S Kecamatan Sragi, Sutris, menyebutkan bahwa pimpinan sekolah tersebut sulit ditemui, ruang kerjanya sering kosong, dan jarang ada selama jam operasional berlangsung. Kondisi ini sempat memicu berbagai dugaan,
“mulai dari ketidakdisiplinan, kelalaian tugas, hingga kecurigaan terkait pengelolaan dana operasional sekolah. Masyarakat dan wali murid pun mempertanyakan kinerjanya, mengingat jabatan kepala sekolah adalah pemimpin dan manajer yang seharusnya selalu ada dan menjadi teladan bagi warga sekolah.
Giayanto saat jumpa dengan tim media Diketahui secara pasti bahwa Giyanto saat ini memang sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius dan wajib menjalani rangkaian pengobatan medis secara teratur dan berkesinambungan. Kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya,
“sehingga secara kemampuan tenaga dan waktu dirinya belum memungkinkan untuk bekerja penuh waktu, hadir dari awal hingga akhir jam kerja seperti pegawai yang berada dalam kondisi sehat.
Giayanto menjelaskan Meski sedang sakit, dalam masa pemulihan, dan memiliki jadwal pengobatan yang padat, Kepala Sekolah Kuala sekampung tersebut masih berjuang keras menyisihkan waktunya untuk tetap datang ke sekolah. Dirinya tetap bertemu dengan rekan guru dan staf, tetap berupaya melayani keperluan administrasi, serta tetap memantau jalannya kegiatan pendidikan agar berjalan kondusif.
“Kehadirannya memang tidak setiap hari dan tidak sepanjang waktu kerja, namun selalu ada alokasi waktu yang disisihkan khusus untuk mengurus kepentingan sekolah, siswa, dan murid-muridnya
“bekerja sekuat tenaga sesuai kemampuan fisik yang dimilikinya saat itu, lalu kembali beristirahat atau melanjutkan jadwal pengobatan, sama sekali bukan menghilang begitu saja tanpa kabar dan alasan.
Kondisi kesehatan inilah yang menjadi jawaban logis dan alasan utama mengapa beliau kerap sulit dihubungi atau lambat merespons pesan maupun telepon masuk. Saat sedang menjalani pengobatan, atau saat kondisi fisik sedang menurun drastis, fokus dan akses komunikasi memang menjadi terbatas dan terganggu. Namun hal itu bukan berarti tidak ada niat untuk melayani atau mengabaikan pekerjaan.ucapnya
“Dirinya tetap hadir dan mengurus sekolah meski sedang sakit adalah bukti nyata dedikasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap amanah negara yang diembannya.
(Didi)











