Sarolangun, GI News – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga berlangsung di wilayah Desa Sungai Keradak, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan aktivitas tambang ilegal yang dinilai dapat menimbulkan dampak lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.
Pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 10.02 WIB, awak media Global Investigasi News berupaya menghubungi Kepala Desa Sungai Keradak melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp guna meminta konfirmasi terkait dugaan aktivitas PETI yang terjadi di wilayahnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan dari kepala desa yang bersangkutan. Bahkan, nomor WhatsApp milik awak media sempat tidak dapat menghubungi yang bersangkutan karena diduga telah diblokir. Meski demikian, pada keesokan harinya akses komunikasi tersebut kembali terbuka.
Menurut keterangan sejumlah warga, aktivitas PETI yang diduga masih berlangsung tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah desa maupun aparat penegak hukum dapat mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
“Kami ingin mendapatkan penjelasan dari pihak pemerintah desa terkait aktivitas penambangan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang kami terima,” ujar salah seorang sumber kepada GI News.
Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat berharap pihak Kepolisian Resor (Polres) Sarolangun dapat menindaklanjuti laporan dan informasi yang berkembang mengenai dugaan aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Limun.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sungai Keradak belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas PETI yang dimaksud. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Berita ini telah memuat prinsip cover both sides dengan menjelaskan bahwa pihak kepala desa masih dalam upaya konfirmasi dan diberikan ruang hak jawab. *** Bersambung
Team R











