Beltim – Menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan energi di daerah masih dalam kondisi aman serta harga relatif stabil.

Hal tersebut mengemuka dalam High Level Meeting TPID Kabupaten Beltim bertema: “Penguatan Sinergi TPID dalam Semangat Idul adha demi Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (25/5/26) sore.
Dalam kegiatan ini, rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar yang dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rizky Ismail, unsur Forkopimda, OPD terkait, pihak perum Bulog, Pertamina, BPS, Perumdam Pelangi Timur serta camat se-Beltim.
Dalam rapat tersebut disampaikan, inflasi Kabupaten Beltim pada April 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan (month to month), 2,01 persen secara tahunan (year on year), dan 0,96 persen secara tahun kalender. Angka tersebut dinilai masih berada dalam rentang aman dan terkendali.
Meski demikian, sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian menjelang Idul adha, terutama daging ayam ras, ikan kerisi, dan cumi-cumi dimana tahun sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga.
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan TPID, kondisi stok kebutuhan pokok hingga BBM masih mencukupi untuk menghadapi Iduladha.
Setelah dilakukan pemantauan oleh TPID, kesiapan menghadapi Idul adha relatif stabil baik stok maupun harga masih terkendali dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ungkap Khairil.
Menurutnya, informasi dari Bulog, Pertamina dan OPD teknis menunjukkan distribusi kebutuhan pokok masih aman. Bahkan Bulog memastikan tambahan pasokan beras akan kembali masuk pada awal Juni mendatang.
Kalau situasi Idul adha untuk Beltim memang berbeda dengan momentum Idulfitri. Kenaikan harga ada, tapi masih relatif stabil dan tidak terlalu signifikan,” kata Khairil.
Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim ini menambahkan Pemerintah Kabupaten Beltim akan terus melakukan pengawasan aktif terhadap potensi gangguan stok maupun lonjakan harga di pasar.
Kita meminta seluruh perangkat daerah lebih aktif membaca potensi persoalan di lapangan agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan, pungkasnya. ( MR )











