SRAGI Lampung Selatan| Mentrengnews.com 15 April 2026 – Skandal mencengangkan kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini melibatkan Yasir, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Sragi, yang diduga kuat berusaha menyuap awak media demi menutupi keburukan dan kinerjanya yang dinilai sangat buruk.
Kejadian bermula ketika Yasir berkunjung langsung ke Kantor Sekaligus kediaman sholeh kabiro MTV NEWS . Sebagai tuan rumah yang menjunjung tinggi etika, kedatangan beliau disambut dengan hormat dan sopan santun sebagaimana layaknya menerima tamu.
Dalam pertemuan tersebut, suasana berubah menjadi aneh dan mencurigakan. Yasir secara terang-terangan meminta agar berita yang sudah terlanjur beredar terkait kondisi Puskesmas Sragi segera dihapus.
Isu yang dimaksud antara lain terkait fakta bahwa hingga saat ini Puskesmas Rawat Inap Sragi sama sekali tidak memiliki pagar pembatas, termasuk di area parkir yang terbuka lebar tanpa pengaman.
Bukan hanya itu, Yasir juga berusaha melarang media untuk memberitakan hal-hal sensitif atau apa pun yang menyangkut “kejelekan” di bidang kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Dirinya meminta saya agar jangan memberitakan apapun yang sensitif atau bahasa kasarnya kejelekan yang terkait dengan bidang nya di sini,” ungkap Sholeh.
Namun, hal yang paling memalukan dan melanggar kode etik terjadi saat Yasir berpamitan dan pulang.
Setelah kepergiannya, ditemukan sebuah amplop yang sengaja diletakkan di bawah asbak di meja tempat duduk beliau tadi. Isi amplop tersebut diduga kuat berisi uang sebagai imbalan atau upaya suap agar media “menutup mata” dan berhenti mengkritisi kinerjanya.
Tindakan ini sangat jelas menunjukkan niat buruk untuk membungkam kebebasan pers dan menutupi fakta di lapangan.
Menanggapi peristiwa memalukan ini, pihak redaksi dengan tegas menolak segala bentuk upaya pembungkaman dan suap tersebut.
Saya keberatan dan tidak bisa. Saya tidak akan terima amplop itu. Saya akan terus memberitakan apa pun yang saya lihat, apa pun yang saya dengar, asalkan itu fakta,” tegas Sholeh MTV dengan tegas.
Lebih jauh ia menegaskan, “Faktanya memang seperti itu. Memang Puskesmas Rawat Inap Sragi ini banyak banget kejelekannya dan kondisinya sangat memprihatinkan. Jangan coba-coba menutup kebenaran dengan uang!”
Peristiwa ini tentu menjadi sorotan tajam dan memalukan bagi dunia kesehatan di Lampung Selatan. Masyarakat menuntut penjelasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, bagaimana bisa pemimpin di instansi pelayanan publik melakukan tindakan tercela seperti mencoba menyuap media hanya untuk menutupi kesalahan dan kinerja yang buruk.
(Didi)









