HalSeL // Global Investigasi News – Pantauan media ini di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menimbulkan pertanyaan publik terkait pengelolaan anggaran pendidikan di sekolah tersebut. Pasalnya, di tengah pengelolaan dana yang disebut mencapai miliaran rupiah dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta tambahan Dana BOS Daerah (Bosda), kondisi sejumlah fasilitas sekolah dinilai masih belum memadai dan membutuhkan perhatian serius
28/5/2026.
Beberapa fasilitas yang menjadi sorotan antara lain pagar sekolah pada bagian samping kiri dan kanan yang hingga kini belum sepenuhnya dibangun. Selain itu, terdapat kaca jendela ruang kelas yang terpantau pecah dan belum diganti. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar bagi para siswa maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran yang dihimpun media ini, dana BOS yang diterima SMA Negeri 8 Halmahera Selatan disebut mencapai angka miliaran rupiah dalam beberapa tahun anggaran terakhir. Belum lagi tambahan Dana Bosda yang disebut mencapai puluhan juta rupiah setiap tahunnya. Dana Bosda tersebut diketahui dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan nominal sekitar Rp75 ribu per siswa.
Dengan besarnya anggaran yang dikelola, masyarakat juga bisa saja mempertanyakan mengapa sejumlah fasilitas dasar sekolah masih belum tertangani dengan baik. Pagar sekolah yang belum selesai dinilai menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan sekolah. Sementara kaca kelas yang pecah juga dianggap mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara jangan hanya fokus melakukan pemeriksaan pada aspek administrasi penggunaan anggaran semata, tetapi juga turun langsung melihat kondisi fisik bangunan sekolah. Pengawasan terhadap fasilitas pendidikan dinilai penting agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa serta pihak sekolah.
Selain itu, kondisi bangunan sekolah seperti ruang belajar, pagar sekolah, hingga sarana pendukung lainnya juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa.
Sejumlah pihak juga meminta adanya evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai kurang mampu memperhatikan kondisi fasilitas sekolah. Menurut mereka, apabila anggaran yang dikelola cukup besar namun kondisi sarana dan prasarana masih terbengkalai, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak sekolah, termasuk sistem pengelolaan anggaran yang berjalan selama ini.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, turut didesak agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah-sekolah di daerah, khususnya SMA Negeri 8 Halmahera Selatan. Evaluasi terhadap kepala sekolah dinilai penting dilakukan apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengelolaan anggaran dan kondisi fasilitas pendidikan di lapangan.
sudah tentu Masyarakat berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dapat segera turun melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di sekolah tersebut. Transparansi penggunaan anggaran pendidikan juga dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun pertanyaan di tengah masyarakat.
Pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, seluruh anggaran yang dialokasikan untuk dunia pendidikan seharusnya benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana, prasarana, serta kenyamanan siswa dalam belajar. Dengan begitu, tujuan menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata dapat benar-benar terwujud di Maluku Utara, khususnya di halSeL. (*)











