Kabupaten Bandung — Upaya mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor ekonomi kreatif terus dilakukan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Saeful Bachri menggelar pelatihan keterampilan make up artist (MUA) bagi kaum perempuan dan generasi muda di Kabupaten Bandung, Senin (18/5/2026), di Gedung Graha Macan Baleendah.

Kegiatan yang diinisiasi Srikandi Demokrat DPC Kabupaten Bandung tersebut mendapat sambutan hangat masyarakat.
” Sedikitnya 85 peserta dari berbagai kecamatan tampak antusias mengikuti pelatihan, mulai dari Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, Ciparay, Majalaya, Soreang, Pameungpeuk, Arjasari, Pangalengan hingga Kertasari.
Pelatihan ini bukan sekadar belajar tata rias, tetapi juga menjadi langkah nyata membangun peluang usaha mandiri berbasis ekonomi kreatif di tingkat desa.
Sektor jasa kecantikan dinilai memiliki prospek menjanjikan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tata rias untuk berbagai acara hingga kebutuhan konten media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Saeful Bachri menegaskan pentingnya keterampilan praktis bagi perempuan dan generasi muda agar mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Melalui keterampilan make up artist, ibu-ibu dan anak muda diharapkan bisa lebih mandiri secara ekonomi, bahkan membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat desa,” ujar
Saeful Bachri.
Turut hadir memberikan motivasi, anggota DPR RI Fraksi Demokrat Komisi II, Dede Yusuf Macan Effendi.
” Ia mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk berani memanfaatkan keterampilan sebagai peluang usaha yang dapat berkembang dari lingkungan sekitar.
Menurut panitia, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa pelatihan berbasis keterampilan seperti tata rias memiliki daya tarik tersendiri karena dinilai relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Peserta juga mendapat pembekalan langsung dari instruktur tata rias, Indira Dewi yang memberikan materi dan praktik natural beauty make up, salah satu tren rias wajah yang banyak diminati masyarakat.
Tak hanya menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bersama komunitas kecantikan dan organisasi profesi tata rias, termasuk Perhimpunan Make Up Artist Indonesia.
Para peserta berharap pelatihan serupa terus digelar karena dinilai mampu membuka wawasan, meningkatkan keterampilan, sekaligus memberikan peluang usaha baru bagi perempuan dan anak muda di daerah.
“Kalau keterampilan ini terus diasah, bukan tidak mungkin dari desa lahir make up artist profesional yang mampu bersaing dan membuka lapangan pekerjaan sendiri,” ungkap salah seorang peserta pelatih.Tutupnya.”











