Kabupaten Bandung – Terungkapnya kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan muda yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sebagai salah satu keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Demokrat, Venny Noveny, S.S., menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah, serta masyarakat yang turut berperan dalam membantu pengungkapan kasus tersebut.
Venny mengaku sangat prihatin atas informasi yang beredar mengenai dugaan kekerasan yang dialami korban selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan harus menjadi komitmen bersama yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun.
“Saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas apa yang dialami korban. Tidak ada perempuan yang pantas menerima perlakuan kekerasan dalam bentuk apa pun. Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat hingga terduga pelaku berhasil diamankan,” ujar Venny, Rabu (24/6/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Bojongsoang, Cileunyi, dan Cimenyan tersebut menilai keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam membantu proses penegakan hukum. Ia berharap semangat kepedulian sosial seperti ini terus tumbuh sehingga kasus-kasus kekerasan dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani.
“Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat tidak memilih diam dan berani peduli terhadap lingkungan sekitar, maka upaya perlindungan terhadap korban dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” katanya.
Sebagai perempuan yang dipercaya masyarakat untuk duduk di lembaga legislatif, Venny menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan harus menjadi perhatian serius semua pihak. Selain penegakan hukum yang tegas, ia menilai diperlukan penguatan edukasi, perlindungan, dan pendampingan bagi korban agar mereka berani melapor tanpa rasa takut.
Venny juga mendorong agar korban mendapatkan perlindungan maksimal, layanan pemulihan psikologis, serta pendampingan hukum yang memadai sehingga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan bermartabat.
“Kita harus memastikan korban memperoleh keadilan dan hak-haknya terlindungi. Saya berharap proses hukum berjalan transparan sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Venny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Perempuan harus merasa aman di mana pun berada. Ketika masyarakat, pemerintah, dan aparat bersatu dalam melindungi korban serta menindak pelaku, maka keadilan akan semakin mudah diwujudkan. Kepedulian sosial adalah benteng pertama dalam mencegah terjadinya kekerasan,” pungkasnya.











