KENDAL – GLOBAL GINEWS TV Ketidakpastian Status kepegawaian dan kesejahteraan mendorong Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih menyerukan aksi nasional bertajuk Silaturahmi Nasional (Silatnas) ASN PPPK dan Paruh Waktu.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Istana Negara, Jakarta, pada Hari, Senin, (7/9/2026) Aliansi menyatakan kegiatan itu akan menjadi wadah penyampaian aspirasi PPPK dari berbagai daerah dan lintas profesi.
Ketua Aliansi Merah Putih A-PPPK PW Indonesia Penanggung Jawab, Mas R. Edi Wibowo, mengatakan konsolidasi telah dilakukan oleh aparatur dari sejumlah profesi, termasuk tenaga teknis, tenaga kesehatan (nakes), dan guru.
Menurutnya, aksi tersebut dilatarbelakangi kekecewaan terhadap kondisi tenaga honorer dan PPPK paruh waktu yang dinilai belum memperoleh kepastian sesuai harapan mereka.
“Seluruh aparatur dari berbagai daerah lintas profesi mulai dari Tenaga Teknis, Tenaga Kesehatan (Nakes), hingga Guru – telah merapatkan barisan. Mereka siap turun ke jalan guna menyuarakan keadilan status kepegawaian,” ujarnya dalam keterangan Awak Media GLOBAL GINEWS Kendal, Jumat. (28/8/2026).
Empat Tuntutan PPPK
Berdasarkan selebaran yang disampaikan Aliansi Merah Putih, terdapat empat tuntutan utama yang akan dibawa dalam Silatnas tersebut.
Pertama, pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu pada 2026. Aliansi mendesak pemerintah mengalihkan seluruh PPPK paruh waktu lintas profesi, baik tenaga teknis, nakes maupun guru, menjadi PPPK penuh waktu.
Kedua, pengangkatan menjadi PNS tanpa batas usia pada 2027. Mereka meminta adanya regulasi yang memungkinkan PPPK dari seluruh profesi diangkat menjadi PNS tanpa mempertimbangkan batas usia.
Ketiga, kepastian pengembangan karier pada 2026. Aliansi meminta pemerintah memberikan kepastian hukum sekaligus merealisasikan jenjang karier yang jelas bagi ASN PPPK.
Keempat, pengalihan sumber penggajian dari APBD ke APBN. Tuntutan ini berkaitan dengan perubahan sumber pembiayaan gaji ASN PPPK dari anggaran daerah menjadi anggaran pemerintah pusat.
Keempat tuntutan tersebut menjadi materi utama yang akan disuarakan dalam aksi yang direncanakan berlangsung di sekitar Istana Negara.
Targetkan Puluhan Ribu Peserta
Mas Bowo, Menyebut Aliansi Merah Putih memperkirakan sekitar 20.000 peserta akan mengikuti aksi tersebut. Massa disebut berasal dari berbagai daerah dan akan bergerak menuju Jakarta.
“Kami bekerja dengan beban yang sama, mengabdi untuk pelayanan publik, namun diperlakukan secara tidak adil secara status dan pendapatan. Tanggal 7 September menjadi momentum kebersamaan bagi kami untuk menuntut hak dengan kepala tegak,” pungkas Seluruh Pengurus Aliansi Merah Putih.
Untuk mendukung koordinasi, pengurus pelaksana juga membuka posko informasi dan pusat kontak darurat. Koordinasi tersebut melibatkan selaku Ketua Umum A- PPPK PW Indonesia, sebagai pengurus, serta sebagai narahubung.
Aliansi menyatakan mekanisme koordinasi diperlukan agar mobilisasi peserta dari berbagai daerah menuju ibu kota dapat berlangsung tertib dan damai.
Silatnas tersebut juga ditujukan kepada seluruh PPPK, baik yang berstatus penuh waktu maupun paruh waktu, untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi.















