ACEH SINGKIL – Kondisi bangunan Kantor Camat Singkil yang berada di pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Singkil menjadi sorotan. Fasilitas yang semestinya menjadi salah satu wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat itu dinilai membutuhkan perhatian serius.
Keluhan tersebut mencuat ketika sejumlah warga datang beramai-ramai untuk mengambil bantuan beras Bulog di Kantor Camat Singkil bebrapa waktu lalu.
Di tengah aktivitas tersebut, seorang warga secara spontan mengomentari kondisi bangunan dengan bahasa daerah.
“Buruk bana ala Kantor Camatko yo,” ungkapnya, yang dalam bahasa Indonesia berarti, “Jelek sekali sudah kantor camat ini.”
Menindaklanjuti keluhan tersebut, tim GlobalinvestigasiNews melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Senin (28/9/2026).
Hasil pantauan menunjukkan kondisi fisik bangunan Kantor Camat Singkil memang tampak memprihatinkan dan membutuhkan pembenahan.
Kondisi tersebut dinilai cukup kontras mengingat kantor pemerintahan tersebut berada di kawasan pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Singkil.
Bahkan, Kantor Camat Singkil berada berhadapan dengan Kantor Bappeda Aceh Singkil yang merupakan salah satu instansi pemerintah daerah yang memiliki tugas dalam bidang perencanaan pembangunan.
Saat ditemui media ini, seorang staf Kantor Camat Singkil yang meminta identitasnya tidak dicantumkan menyebutkan, kondisi bangunan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.
“Sudah beberapa tahun terakhir bangunan kantor ini seperti tidak bertuan,” ujarnya.
Kondisi bangunan kantor pemerintahan bukan semata persoalan tampilan fisik.
Kantor Camat merupakan salah satu fasilitas pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai urusan administrasi dan pemerintahan.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan perawatan ringan, tetapi mempertimbangkan rehabilitasi berat terhadap bangunan Kantor Camat Singkil agar lebih layak, aman dan nyaman digunakan.
Warga juga meminta Bupati Aceh Singkil dapat memprioritaskan rehabilitasi berat Kantor Camat Singkil.
Harapannya, pembenahan tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun aparatur yang menjalankan tugas pelayanan setiap hari.
Terpisah, Camat Singkil Khairuddin, SE, membenarkan kondisi bangunan kantor yang dipimpinnya tersebut.
Menurut Khairuddin, pada 2023 lalu Kantor Camat Singkil memang pernah mendapatkan anggaran untuk pengecatan.
Namun, anggaran tersebut bukan untuk rehabilitasi bangunan secara menyeluruh.
“Pada tahun 2023 lalu Kantor Camat Singkil mendapatkan kucuran dana untuk pengecatan kantor. Itu hanya untuk cat bangunan, bukan rehab,” ujar Khairuddin.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengecatan yang pernah dilakukan tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kondisi fisik bangunan secara keseluruhan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait lainnya belum berhasil dikonfirmasi mengenai kondisi bangunan tersebut, termasuk terkait perhatian dan rencana pemerintah daerah terhadap kebutuhan rehabilitasi Kantor Camat Singkil.
Tim GlobalinvestigasiNews akan terus memantau dan menelusuri persoalan tersebut, termasuk bagaimana tindak lanjut pemerintah daerah terhadap kondisi salah satu fasilitas pelayanan publik yang berada di pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Singkil itu.(*)
(Redaksi)















