Desa Rantau Jaya Udik II — Sejumlah masyarakat Desa Rantau Jaya Udik II, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur meminta aparat penegak hukum melakukan audit terhadap pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Dana Desa (DD) yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul hasil investigasi wartawan GLOBAL INVESTIGASI NEWS bersama Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Lampung Timur terkait dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
Menurut keterangan warga, polemik antara masyarakat dengan kepala desa beserta perangkat desa hingga kini belum menemukan penyelesaian. Masyarakat menilai pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun sekretaris desa belum memberikan tanggapan serius terhadap berbagai keluhan warga.
Wartawan GLOBAL INVESTIGASI NEWS juga mengaku telah mengirimkan surat klarifikasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur serta pihak Kecamatan Sukadana. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut terkait dugaan penyimpangan anggaran yang dikeluhkan masyarakat.
Berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang dihimpun dari warga, terdapat dugaan penggunaan dana desa senilai Rp100 juta untuk kepentingan pribadi. Selain itu, kepala desa juga diduga menggunakan dana BUMDes sekitar Rp60 juta hingga Rp65 juta yang disebut dipakai untuk kebutuhan pribadi, termasuk pembelian pakan ikan untuk kolam milik pribadi kepala desa.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi dan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lampung Timur segera turun tangan melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran desa tersebut.
Warga juga menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi apabila tidak ada tindak lanjut dari Dinas PMD Kabupaten Lampung Timur, Kecamatan Sukadana, maupun pihak BPD Desa Rantau Jaya Udik II.
“Kalau tidak ada tindak lanjut, kami masyarakat akan demo,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.
(Hairul Ali)










