Kabupaten Bandung — Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Reni Rahayu Fauzi, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin pesat.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB Dapil II Kabupaten Bandung, Humaira Zahrotun Noor, dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar bersama masyarakat Kecamatan Solokan Jeruk di kawasan The City Sukaraja, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen wakil rakyat dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya anak muda, untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya sebagai identitas bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dudi Mustopa, serta unsur pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Ruli Hadiana, Irvan Ahmad, dan Rahmatullah Mukti Prabowo.
Kegiatan ini juga melibatkan pemuda, karang taruna, serta pelajar dari SMA Pasundan Majalaya yang menampilkan berbagai kreasi seni budaya, mencerminkan semangat generasi muda dalam berkarya dan berbudaya.
Dalam sambutannya, Reni Rahayu Fauzi menyampaikan apresiasi atas antusiasme generasi muda yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa anak muda harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.
“Generasi muda harus terus bergerak, berkarya, dan tidak boleh pasif.
Di tangan merekalah masa depan bangsa ditentukan.
Mereka harus siap menghadapi tantangan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya bazar budaya dan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti pencak silat, angklung, hingga tarian kreasi.
Penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap relevan dan mampu berkembang melalui sentuhan kreativitas generasi muda.
Menurutnya, kegiatan berbasis budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana pembinaan karakter, penguatan identitas, serta wadah bagi anak muda untuk berkembang secara positif dan produktif.
Reni berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari investasi sosial dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan cinta tanah air.
“Dengan semangat, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.









