REMBANG || Global Investigasi News.Com. Tahun 2026 ini Kabupaten Rembang resmi menjadi pusat pergerakan pemuda Karang Taruna Se-Jawa Tengah. Bertempat di Pollos Hotel and Gallery, Jumat (24/4/2026), Agenda strategis bertajuk Bimbingan Teknis (Bintek) dan Konsolidasi Organisasi Karang Taruna Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dalam Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Dinas Sosial dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, hal ini menandakan bahwa pentingnya peran Karang Taruna dalam struktur pembangunan daerah.
Bupati Rembang, Harno, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Rembang sebagai tuan rumah.
Bupati Rembang juga menekankan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah krusial dalam penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Karang Taruna adalah pilar penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Di tengah disrupsi digital, organisasi ini dituntut untuk tetap solid sekaligus adaptif. Kami berharap forum ini melahirkan tata kelola organisasi yang modern dan inovasi program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Harno.
Bupati Rembang Harno menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang untuk terus mendukung penuh peran aktif Karang Taruna sebagai motor penggerak perubahan yang produktif di tingkat akar rumput.
Sedangkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran delegasi dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Momen ini adalah kesempatan emas untuk mematahkan stigma dominasi kegiatan di wilayah barat.
“Selama ini pusat kegiatan sering terkonsentrasi di wilayah Semarang atau Tegal. Kali ini kami mendorong agar dilaksanakan di timur. Ini adalah misi kami untuk mengenalkan wajah Rembang kepada rekan-rekan se-Jawa Tengah,” jelas Dumadiyono.
Eksplorasi Wisata dan Ekonomi Kreatif
Tidak hanya terpaku pada materi di dalam ruangan, panitia telah menyusun rangkaian kegiatan lapangan untuk memamerkan kekayaan daerah.
Aksi Lingkungan: Penanaman pohon kolektif pada hari kedua sebagai bentuk kepedulian ekologis.
Studi Lapangan: Peninjauan tata kelola desa di kawasan “Desa Ramah Guru”.
Destinasi Wisata: Kunjungan ke Pantai Karang Jahe, yang menyandang status sebagai destinasi wisata terpopuler kedua di Jawa Tengah.
Diplomasi Kuliner: Pengenalan cita rasa otentik Rembang, mulai dari Sate Serepeh, Lontong Tuyuhan, hingga kesegaran seafood khas daerah Bonang.
Melalui sinergi antara agenda organisasi dan promosi daerah, Dumadiyono berharap nama Rembang semakin harum di level provinsi, baik dari sisi kepemudaan maupun potensi UMKM-nya.
“Harapan kami jelas, pasca-acara ini jejaring Karang Taruna se-Jawa Tengah akan menjadi duta yang mempromosikan kuliner dan produk unggulan Rembang di daerah masing-masing,” pungkasnya.
( Istanta GIN Rembang ).









