PENENGAHAN, Lampung Selatan – GlobalInvestigasi.My.Id, 22 Agustus 2026 — Sebuah lembaran baru terbuka di Desa Padan, namun tanda tanya besar masih menggantung berat di angkasa perjuangan warga. Setelah terguncang hebat oleh kepemimpinan sebelumnya yang dianggap gagal dan memicu tekanan kuat masyarakat, desa ini kini resmi menyerahkan kemudi kepada Penjabat Kepala Desa, Ibu Mastiqoh.
Kehadiran pemimpin baru ini bukanlah sebuah hadiah istimewa, melainkan buah dari desakan keras warga yang telah muak dengan ketidakstabilan serta janji-janji manis yang selalu berakhir pahit.
Rakyat tidak lagi butuh retorika kosong, melainkan perubahan nyata yang membangun dan sosok pemimpin yang benar-benar dekat dengan rakyat.
Kini sorotan tajam dan tekanan pengawasan tertuju pada satu pertanyaan krusial yang membelenggu pikiran setiap orang:
Apakah PJ Kades Mastiqoh mampu menjadi titik balik yang sesungguhnya, atau hanya akan menjadi pergantian wajah tanpa makna yang akhirnya kembali jalan di tempat?
Arahan Camat Penengahan
Menyikapi dimulainya kepemimpinan baru yang penuh tantangan ini, Camat Penengahan, Hermawan, S.H., M.M., segera memberikan arahan strategis:
“Segera lakukan koordinasi dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat Desa Padan. Samakan persepsi terkait regulasi serta kebijakan yang berkeadilan,” tegas Camat Hermawan.
Harapan Tinggi Sekretaris Desa
Sementara itu, Sekretaris Desa Padan, Khoirunsyah Mangku Emanabarudak, turut menyampaikan harapan yang optimis namun tetap realistis menatap masa depan desa:
“Semoga dalam lembaran baru ini, kepemimpinan Penjabat Desa Padan dapat membawa arah yang lebih baik, berkelanjutan, hingga menjelang tahapan demokrasi pemilihan kepala desa yang akan datang sekitar satu tahun lagi pada tahun 2027,” ujarnya penuh harap.
Tanggapan Penjabat Kepala Desa Saat di Konfirmasi Wartawan Global
Menjawab harapan besar dan tekanan tantangan yang ada, Ibu Mastiqoh menyampaikan sikap yang rendah hati namun penuh tekad menghadapi kenyataan:
“Waalaikumsalam wr wb. Terima kasih atas dukungan dan doanya. Semoga segala harapan ke depan dapat berjalan lebih baik dan amanah sesuai keinginan kita semua. Aamiin,” tegas Mastiqoh.
Masyarakat dan pengamat tetap memantau dengan ketat. Di Desa Padan, kata-kata manis dan janji perbaikan tidak lagi dianggap sebagai jaminan.
Hanya kerja nyata, kehadiran di tengah warga, serta hasil yang terlihat jelas mampu membungkam keraguan dan membuktikan bahwa desa ini tidak lagi terjebak dalam stagnasi yang menyakitkan.
Penulis: Soleh















