KABUPATEN BANDUNG — Kehadiran Herna Nur Aidah sebagai calon keterwakilan perempuan dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rancakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, menjadi warna baru sekaligus harapan bagi penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa.
Herna hadir bukan sekadar sebagai calon keterwakilan perempuan, tetapi membawa semangat agar perempuan Rancakasumba berani tampil, menyampaikan aspirasi, serta ikut mengambil bagian dalam menentukan arah pembangunan desa.
Bagi Herna, pembangunan Rancakasumba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perempuan harus memiliki ruang untuk berkontribusi, terutama dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Perempuan harus bangkit. Kita harus berani hadir dan ikut membangun desa. Rancakasumba adalah rumah kita bersama, sehingga kemajuannya menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Herna.
Menurutnya, keterwakilan perempuan di BPD memiliki arti penting karena dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya berbagai kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat desa.
Herna juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program pemerintah daerah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintahan desa, BPD, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat semakin kuat demi mewujudkan Rancakasumba yang lebih maju.
Rancakasumba harus bangkit.
Semangat tersebut menjadi pesan utama Herna. Ia ingin kehadiran dirinya dapat menjadi motivasi bagi perempuan lainnya agar tidak takut mengambil peran di ruang publik.
Keterwakilan perempuan, menurutnya, bukan hanya persoalan jumlah, melainkan tentang menghadirkan gagasan, kepedulian, serta kerja nyata untuk masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Herna Nur Aidah berupaya menjadikan momentum pencalonannya sebagai bagian dari gerakan positif: perempuan Rancakasumba bangkit, berani bersuara, dan ikut membangun desa.
Redaksi.”















