Aceh Tamiang- Pasca bencana banyak lahan menjadi terbengkalai, tertimbun lumpur, tergenang air, atau rusak sehingga tidak segera ditanami. Lahan-lahan ini jika dibiarkan justru makin tidak produktif. Padahal, dengan penanganan yang tepat, lahan tidur pasca bencana dapat berubah menjadi sumber pangan keluarga yang andal .
Ketahanan pangan keluarga bukan sekadar soal punya makanan, melainkan bisa menyediakan pangan sendiri secara berkelanjutan, terutama saat situasi ekonomi belum pulih pasca bencana.
Dengan kondisi seperti ini membuat seorang ibu rumah tangga berinisiatif untuk mengelola lahan tidur yang berada di depan rumahnya, adapun ibu rumah tangga tersebut bernama Erlina Wati yang berdomisili di desa Kotalintang kecamatan kota Kualasimpang.
Lahan yang diolahnya tidak begitu besar tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama sayur mayur, adapun tanaman yang sedang ditanam yaitu, ada Kacang Panjang, Mentimun, Melon, cabai hijau, cabai caplak dan cabe merah.
Saat dikonfirmasi ditengah-tengah kesibukan saat merawat tanaman, Erlina Wati, Minggu (27/09/2026), mengatakan selain hobby menanam ditambah dengan kemauan yang kuat asalkan kita mau pasti bisa dan lahan yang diolah juga tidak besar yang penting bisa mencukupi kebutuhan keluarga, kalau berharap dari bantuan tidak selamanya bantuan itu ada, makanya saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat bisa panen dan berhasil. Harapnya
Yang lebih penting lagi lahan tidur pasca bencana itu bukanlah beban tapi merupakan potensi yang menunggu untuk di hidupkan kembali, tidak butuh lahan luas pekarangan kecil, lahan samping rumah, atau tanah yang tertimbun lumpur jika diolah dengan tekun dan tahapan yang tepat, akan tumbuh menjadi sumber kehidupan bagi keluarga kita. Mulai dari yang kecil, yang mudah, yang cepat panen, lalu berkembang perlahan. Ketahanan pangan dimulai dari halaman rumah sendiri. Terangnya
Selain itu bagi kita ibu-ibu yang ingin menanam di lingkungannya apabila ada pekarangan atau lahan tidur milik orang lain kita wajib minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya. (E)
Liputan Biro Aceh Tamiang.















