PALOPO,Global Investigasi News | Memasuki hari kelima pelaksanaan Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja di Kota Palopo, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan hikmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Dimulai sejak Kamis 9 Juli, puncak acara pembukaan bahkan mendapat apresiasi luas karena dikemas secara spektakuler, khidmat, dan sarat makna, mencerminkan semangat persatuan serta kebesaran pelayanan Gereja Toraja.
Beberapa tokoh besar Toraja, seperti DPR RI, Frederik Kalalembang dan tokoh keagamaan hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Selain itu, para pejabat se Luwu Raya bahkan Sulawesi Selatan turut hadir membuka kegiatan itu.
Ketua Umum Panitia SSA XXVI, David Somalinggi, menegaskan bahwa seluruh persiapan dan pelayanan yang dilakukan panitia ditujukan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan.
“Setiap unsur kepanitiaan bekerja dengan semangat pengabdian agar seluruh peserta dapat mengikuti persidangan dan berbagai agenda dengan nyaman serta tetap berfokus pada tujuan utama sidang, yakni memperkuat pelayanan dan persekutuan gereja,” jelasnya.
Pelaksanaan SSA XXVI juga membawa dampak positif yang nyata bagi kehidupan bergereja di wilayah Tana Luwu. Aspek persekutuan semakin terasa melalui keterlibatan 49 jemaat yang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan pendukung.
“Kehadiran ribuan peserta tidak hanya mempererat relasi antarjemaat, tetapi juga menumbuhkan semangat melayani, gotong royong, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian setempat,” tambahnya.
David menjelaskan, seluruh agenda tetap berjalan sesuai rencana dengan dukungan penuh panitia, peserta, jemaat, dan masyarakat.
“Walaupun ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi bersama, sementara semangat persaudaraan, pelayanan, dan kemuliaan Tuhan tetap menjadi fondasi utama penyelenggaraan Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja,” tutupnya.
Dampak Sidang Sinode bagi Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
Selain menjalin silaturahmi, dampak dari Sidang Sinode tersebut juga sangat terasa bagi UMKM dan perhotelan. David menjelaskan, banyaknya masyarakat Toraja dari berbagi daerah menghadiri sidang tersebut menjadi pemicu utama pertumbuhan tersebut.
“Kita lihat sekarang hampir semua hotel dipenuhi oleh masyarakat dan tokoh-tokoh Toraja yang datang ke Kota Palopo, tentunya itu mampu meningkatkan pendapat asli daerah (PAD),” bebernya.
“Belum lagi UMKM turut merasakan dampaknya, hampir semua warung makan laris manis sejak 5 hari terakhir ini,” pungkasnya.(*)










