Keerom,globalinvestigasinews.com – Ketua LSM WGAB Papua, Yerri Basri Mak,SH.,MH mengatakan bahwa, wilayah Keerom Papua diklasifikasikan sebagai daerah beriklim tropis basah yang miliki curah hujan tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab jalananan di Keerom sering rusak dan berlubang, bahkan tak sedikit terlihat adanya patahan atau longsor ketika hujan terus-menerus.
Pandangan mengenai kerusakan jalan ulah truk muatan kayu disepanjang jalan Keerom baginya agak keliru sebab faktanya tidaklah demikian. “Kitakan tahu, kalau dataran Keerom diklasifikasikan sebagai daerah beriklim tropis basah sehingga bila hujan deras sering terjadi longsoran bahkan patahan karena struktur tanah yang lembab dan labil jadi penyebab utama jalan di Keerom sering rusak dan berlubang. Saya mau bilang juga kalau sepanjang jalan di Kabupaten Keerom jika kita lihat ada yang berlubang dan rusak, itu bukan semata-mata karena aktivitas truk pengangkut kayu melainkan murni karena kelembaban tanah disertai hujan yang beriringan,” katanya, Selasa (16/6/26)
Narasi terkait karena adanya aktivitas muatan kayu oleh sejumlah truk dijalanan Arso 1- Arso 4 arah Jayapura yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan jalan tidaklah benar sepenuhnya sebab struktur jalan memuai telah dibentuk oleh hujan yang terus menerus. Memang tidak bisa disangkal, muatan kendaraan yang berlebihan juga dapat memberikan tekanan pada jalan yang dibawanya telah terbentuk keretakan, tetapi selama truk muatan kayu bawaannya masih normal tidak bisa menjadi penyebab utama, apalagi kayu tersebut hanya diangkut dimalam hari.
” Kalau bicara soal kerusakan jalan di Keerom ini tidak bisa tertuju pada satu hal, banyak faktor. Yang pertama tadi, tanah yang lembab dan suhu hujan yang mempengaruhi. Dan kalau bilang jalan di Keerom arah Arso 4 dan Arso 1 itu rusak karena pengaruh muatan truk kayu itu keliru. Truk-truk inikan hnya beroperasi dimalam hari, maksudnya agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari dan coba hitung ada berapa banyak jumlah kendaraan yang melintas dari siang sampai malam, jelas banyak sekali dengan kendaraan yang bervariasi. Jadi kita tidak bisa melihat dari satu sudut dan mengklaim, ada banyak hal,” ujar Yerri.
Yerri juga menyampaikan bahwa, terkait pencegahan terhadap aktivitas ilegal logging di Kabupaten Keerom, sejauh ini pihak Polres Keerom telah bekerja maksimal. Dalam hematnya APH Polres Keerom terus bersinergi dengan Pemerintah, dengan Lembaga Adat dan semua tokoh terkait, guna memastikan keberlangsungan ekosistem terus terjaga, tetapi juga menindak tegas oknum pengusaha nakal yang beroperasi diwilayah hutan Keerom secara ilegal.
Nando











