TIDORE – Sejumlah orang tua atau wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lola, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan keluhan terhadap kinerja tiga orang guru yang bertugas di sekolah tersebut. Mereka menduga ketiga guru itu kerap meninggalkan tugas mengajar hingga berminggu-minggu, sehingga proses belajar mengajar dinilai tidak berjalan secara maksimal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah wali murid, ketiga guru yang dimaksud masing-masing berinisial atau bernama Sofia, Hanifa, dan Lisnawati. Ketiganya diduga memiliki tingkat kehadiran yang rendah di sekolah dan sering tidak melaksanakan tugas mengajar dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya penjelasan yang diketahui oleh para orang tua.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kebiasaan tersebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua karena berdampak langsung terhadap kegiatan belajar anak-anak.
“Informasi yang kami ketahui, mereka diduga hanya masuk mengajar sekitar tiga hari, kemudian tidak masuk lagi hingga hampir tiga minggu. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, tentu sangat merugikan anak-anak kami yang seharusnya mendapatkan hak untuk belajar secara maksimal di sekolah,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Ia mengatakan, sebagai orang tua, mereka mempercayakan pendidikan anak kepada pihak sekolah. Karena itu, setiap guru memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk hadir serta melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka kondisi itu tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga dapat menurunkan kualitas pendidikan di SDN Lola. Selain itu, siswa berpotensi kehilangan banyak materi pelajaran sehingga berdampak terhadap perkembangan kemampuan akademik mereka.
“Anak-anak datang ke sekolah setiap hari dengan semangat belajar. Tetapi kalau gurunya sering tidak ada, tentu proses pembelajaran menjadi terganggu. Kami khawatir prestasi anak-anak akan menurun karena jam belajar yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah wali murid lainnya. Mereka berharap persoalan tersebut tidak dianggap sebagai masalah biasa, melainkan segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan.
Para orang tua meminta Dinas Pendidikan segera melakukan pemeriksaan terhadap tingkat kehadiran ketiga guru tersebut, mengevaluasi kinerja mereka, serta memastikan apakah dugaan yang disampaikan masyarakat benar terjadi atau tidak.
Menurut para wali murid, apabila hasil evaluasi nantinya membuktikan adanya pelanggaran disiplin, maka mereka berharap pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau memang terbukti melanggar aturan disiplin sebagai aparatur atau tenaga pendidik, kami berharap ada tindakan tegas. Tujuannya bukan untuk menghukum semata, tetapi agar pelayanan pendidikan kepada anak-anak tetap berjalan dengan baik,” kata salah seorang wali murid lainnya.
Masyarakat juga berharap pihak sekolah dapat meningkatkan pengawasan terhadap kehadiran tenaga pendidik sehingga proses belajar mengajar berlangsung secara efektif setiap hari. Mereka menilai disiplin guru merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Oba Tengah.
Selain meminta evaluasi terhadap ketiga guru tersebut, para orang tua juga berharap Dinas Pendidikan dapat melakukan pembinaan secara menyeluruh terhadap seluruh tenaga pendidik di SDN Lola agar pelayanan pendidikan semakin profesional, disiplin, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada ketiga guru yang disebutkan dalam laporan tersebut masih terus dilakukan. Awak media telah berusaha menghubungi Sofia, Hanifa, dan Lisnawati melalui sambungan telepon seluler guna meminta tanggapan dan klarifikasi atas dugaan yang disampaikan para wali murid. Namun, nomor telepon ketiganya belum dapat dihubungi atau berada di luar jangkauan.
Media ini juga membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada ketiga guru yang bersangkutan maupun pihak SDN Lola serta Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini.
Para wali murid berharap pemerintah daerah segera merespons persoalan tersebut secara objektif, transparan, dan profesional. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama penyampaian keluhan ini adalah agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dapat terpenuhi serta proses belajar mengajar di SDN Lola kembali berjalan normal tanpa hambatan.
(Tim red)











