Warga Desak Pengembalian Patok Awal Kolong Katis yang Diduga Ditimbun Oknum Developer
Bangka, Kepulauan Bangka Belitung – Keberadaan Kolong Katis yang diduga telah ditimbun hingga berubah menjadi daratan menuai sorotan masyarakat, khususnya warga Kace dan Kace Timur. Kolong yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini dinilai hilang, sehingga memicu kekhawatiran akan meningkatnya risiko banjir di wilayah tersebut.
Agoi, tokoh masyarakat Kace yang dikenal peduli terhadap lingkungan, menyampaikan bahwa Kolong Katis memiliki fungsi vital sejak dahulu. Ia menilai penimbunan yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab berpotensi menimbulkan dampak besar bagi warga sekitar.
“Kolong Katis itu sejak dulu sudah jelas sebagai resapan air. Sekarang berubah menjadi daratan akibat ditimbun. Dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” tegas Agoi.
Hal serupa disampaikan Maulana, warga Kace Timur. Ia meminta pemerintah kecamatan hingga Kabupaten Bangka segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini kolong tersebut.
“Kami mempertanyakan apakah kolong itu masih ada atau sudah benar-benar hilang. Jika memang hilang, siapa yang bertanggung jawab? Kami berharap pemerintah segera melakukan pengecekan langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Fuad, warga yang telah lama tinggal di Kace Timur, menjelaskan bahwa Kolong Katis memiliki nilai historis sekaligus fungsi penting bagi masyarakat sejak tahun 1980-an.
“Dulu kolong ini menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan mandi dan minum warga, termasuk untuk perumahan UPTB. Selain itu, kolong juga berfungsi sebagai resapan air. Sekarang kondisinya sudah rata dengan timbunan tanah,” jelasnya.
Fuad juga mendesak pemerintah provinsi dan instansi terkait, termasuk dinas pengelola daerah aliran sungai (DAS) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), agar segera mengambil tindakan.
“Kami mempertanyakan mengapa pihak berwenang terkesan diam. Seharusnya ada tindakan tegas, seperti pemasangan plang larangan atau langkah penertiban,” tambahnya.
Warga menilai hilangnya fungsi Kolong Katis sebagai daerah resapan air menjadi salah satu penyebab banjir yang kerap terjadi di Kace Timur dan sekitarnya. Mereka menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan aktivitas tambang, melainkan karena berkurangnya area resapan air.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan legalitas lahan yang diduga telah dikuasai pihak developer. Mereka meminta kejelasan mengenai status kepemilikan dan luas lahan tersebut.
“Kami meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka untuk mengembalikan patok awal kolong agar batasnya jelas. Kami adalah saksi hidup yang mengetahui kondisi kolong tersebut sejak dulu,” ungkap warga.
Masyarakat berharap Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Bupati Bangka segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi serta menelusuri perubahan fungsi Kolong Katis yang diduga telah menyempit.
Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media masih terus menggali informasi lebih lanjut dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.
(Tim/GINEWSTV Investigasi)









