PATI – Kondisi pekerjaan di ruas Jalan Pantura Pati–Kudus kembali menjadi sorotan. Proyek yang disebut menelan anggaran hingga miliaran rupiah tersebut dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian di sejumlah titik pada hari minggu 4 Oktober 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian pekerjaan terkesan belum dituntaskan. Bahkan, keberadaan pembatas jalan dan material pekerjaan di lokasi seolah dibiarkan tanpa kejelasan kapan akan diselesaikan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, pekerjaan di lokasi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga hampir satu tahun belum terlihat adanya penyelesaian maupun perbaikan yang signifikan pada bagian yang masih terbengkalai.
Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi mengungkapkan keprihatinannya.
“Di tempat itu banyak rumputnya. Tanah uruk juga kelihatannya belum selesai. Kabel-kabel malah terlihat berserakan atau melintang,” ujar warga tersebut.
“Kami sebagai warga hanya ingin pekerjaan ini segera diselesaikan. Kalau memang masih ada pekerjaan, ya harus ada kejelasan kapan selesai. Jangan sampai dibiarkan begitu saja,” tambahnya.
Proyek infrastruktur dengan nilai anggaran miliaran rupiah tentu menjadi perhatian publik karena menggunakan uang negara. Masyarakat berhak mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, berapa nilai kontraknya, sumber anggarannya, masa pelaksanaan, serta alasan apabila pekerjaan mengalami keterlambatan.
Jika benar pekerjaan tersebut telah berjalan hampir satu tahun namun belum kunjung selesai, maka perlu ada penjelasan terbuka dari pihak yang bertanggung jawab.
Jangan sampai proyek yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat justru meninggalkan persoalan baru di lapangan.
Publik juga mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap pekerjaan tersebut dilakukan. Apakah pekerjaan masih berjalan sesuai kontrak? Apakah terdapat perubahan pekerjaan atau perpanjangan waktu? Dan apabila terjadi keterlambatan, apakah telah diberikan sanksi sesuai ketentuan kontrak?
Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan jalan, segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Transparansi menjadi penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai proyek yang menggunakan anggaran negara.
“Kami tidak menuduh siapa-siapa. Kami hanya meminta pekerjaan yang menggunakan uang negara itu jelas. Kalau memang belum selesai, sampaikan kepada masyarakat apa kendalanya dan kapan ditargetkan selesai,” ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, masih diperlukan konfirmasi dan klarifikasi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai nilai anggaran, progres pekerjaan, masa kontrak, penyebab keterlambatan, serta target penyelesaiannya.
Masyarakat pun berharap Jalan Pantura Pati–Kudus tidak hanya menjadi proyek yang menghabiskan anggaran besar, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman, layak, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
( team investigasi)








