Belitung – Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin sebagai hari yang bersejarah dimana pada Pukul 06.10 WIB, maskapai Scoot dengan rute Singapura-Belitung mendarat dengan mulus untuk pertama kalinya di landasan pacu Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin, Minggu ( 3/5/26 ).
Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin menghadirkan atraksi water salute, sebuah tradisi penerbangan berupa penyemprotan air oleh dua mobil pemadam kebakaran (ARFFS) di kedua sisi landasan, membentuk lengkungan (arch) di atas pesawat sebagai tanda penghormatan atau perayaan.
Prosesi yang biasa dilakukan pada penerbangan perdana rute baru maupun pendaratan pertama. Cuaca cerah dan mentari dengan cahaya jingga menghadirkan suasana yang dramatis di pagi itu.
Setelah pesawat berhenti di parking stand, para penumpang, Pilot dan Crew berjalan menuju pintu kedatangan Internasional dan disambut langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta jajaran Forkopimda
Belitung.
Kemudian, perwakilan Kementerian Pusat, pimpinan OPD Pemkab Belitung, Kepala Imigrasi, Bea cukai, BKHIT, perwakilan manajemen Scoot serta pimpinan instansi terkait lain. Selain itu, Direktur Angkutan Udara Kementrian Perhubungan, Direktur Komersial PT Angkasa Pura Indonesia turut menghadiri penyambutan tersebut.
Penyambutan kedatangan Scoot semakin terasa dengan hadirnya dekorasi estetik yang memanjakan mata berupa susunan kain batik khas Belitung, taman indoor, totem dengan tema Scoot, photo booth, wall graphic yang menyuguhkan keindahan pantai Tanjung Tinggi di dalam ruang kedatangan Internasional.
Pada penerbangan kedatangan kali ini, Scoot membawa 80 penumpang menuju Belitung dengan total bagasi tercatat 667 kilogram. Sebaliknya, pada penerbangan keberangkatan dari Belitung menuju Singapura, Scoot mengangkut 38 penumpang, terdiri dari 37 penumpang dewasa, 1 anak-anak, dan 0 bayi, dengan total bagasi 71 kilogram.
Penerbangan ini menjadi momentum penting dalam penguatan konektivitas internasional Belitung, khususnya melalui rute Singapura–Belitung–Singapura, serta menjadi sinyal positif bagi peningkatan aksesibilitas Belitung sebagai destinasi pariwisata unggulan.
Konektivitas langsung dengan Singapura diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi kunjungan wisatawan mancanegara, pengembangan ekonomi daerah, serta peningkatan aktivitas layanan kebandarudaraan di Bandara H.AS Hanandjoeddin, ujar Hernindya Arie Setyawan, GM Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin. (MR ).









