MUARA ENIM, Global Investigasi News – Pemerintah Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, terus meningkatkan berbagai langkah antisipatif guna mencegah terjadinya kebakaran, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang berpotensi meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau tahun 2026.
Camat Lubai, Wien Wierma Putra, secara aktif mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran berskala besar.
“Kami mengajak seluruh warga Lubai untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kecamatan Lubai juga menjalin sinergi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Lubai guna memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila terjadi insiden kebakaran di wilayah kecamatan.
Wilayah Lubai merupakan bagian dari Kabupaten Muara Enim yang saat ini telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak Mei hingga akhir Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Status tersebut menjadi dasar bagi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah Kecamatan Lubai juga mengingatkan para petani dan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar (land clearing), karena praktik tersebut merupakan salah satu penyebab utama terjadinya Karhutla di wilayah tersebut. Selain berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, tindakan tersebut juga dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat kabut asap.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada perangkat desa, pihak kecamatan, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kejadian kebakaran di lingkungannya. Pelaporan yang cepat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sehingga api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Gerakan pencegahan ini mengusung semangat “Mari Kita Jaga Lubai Bersama”, sebagai bentuk ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan kualitas udara yang sehat, serta mencegah dampak buruk kabut asap bagi kehidupan masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat, Kecamatan Lubai diharapkan dapat tetap aman dari ancaman Karhutla sepanjang musim kemarau tahun ini.
(Yadin/Global Investigasi News)











