ACEH SINGKIL – 15 Juni 2026
Globalinvestigasinews
Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa, pada Sabtu (13/6/2026).
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada 68 wisudawan Sarjana Angkatan XI dalam Sidang Senat Terbuka. Momen ini bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan penanda kematangan institusi pendidikan yang lahir dari perjuangan kolektif masyarakat Aceh Singkil.
Dalam prosesi yang sakral tersebut, 50 lulusan Program Studi Agribisnis dan 18 lulusan Program Studi Agroteknologi resmi menyandang gelar sarjana.
Satu per satu nama mereka dipanggil menuju mimbar utama untuk menjalani prosesi pemindahan kuncir toga, simbol transisi dari masa studi menuju babak baru pengabdian bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon menyoroti perjalanan panjang STIP Yashafa yang kini telah menjadi ikon kebanggaan pendidikan tinggi di Aceh Singkil.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan kampus ini tidak lepas dari visi besar para tokoh daerah yang ingin memutus mata rantai keterbatasan akses pendidikan berkualitas di wilayah selatan Aceh.
“STIP Yashafa adalah buah dari perjuangan kolektif. Saat saya masih menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Singkil, bersama almarhum Bupati H. Makmur Syahputra, SH, dan sejumlah tokoh lainnya, kami menginisiasi dan berjuang keras agar kampus ini dapat berdiri,” kenang Bupati dengan nada haru.
Bupati juga mengungkapkan kontribusi nyata pemerintah daerah dalam mendukung berdirinya institusi tersebut, termasuk penghibahan lahan seluas 20 hektare untuk lokasi kampus serta upaya intensif mengurus perizinan operasional hingga ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta.
Menyadari pentingnya dokumentasi sejarah, Bupati memberikan pesan khusus kepada jajaran senat dan pengurus Yayasan Syekh Hamzah Fansuri.
Ia meminta agar sejarah pendirian STIP Yashafa dituliskan secara utuh, objektif, dan terperinci.
“Sejarah ini harus didokumentasikan dengan baik agar perjalanan panjang lembaga ini tidak hilang ditelan waktu, serta terhindar dari distorsi atau pemelintiran fakta di masa depan. Generasi mendatang perlu tahu bagaimana susah payahnya para pendahulu membangun ruang ilmu ini,” tegas Safriadi.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPU Aceh Singkil, Ustad Roesman Hasmy; Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Syam’un Nasution; Ketua Yayasan Syekh Hamzah Fansuri, Aidil Dermawan; serta para dosen, keluarga wisudawan, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran mereka menjadi saksi bisu komitmen bersama untuk terus memajukan sumber daya manusia Aceh Singkil melalui pendidikan yang bermartabat.(*)











