Halmahera Selatan – Gelombang keluhan masyarakat terhadap pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap malam di wilayah pesisir Bacan bagian barat dan utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kian memuncak. Warga menilai gangguan pasokan listrik yang berlangsung berulang kali tersebut sudah berada di luar batas kewajaran dan menuntut adanya langkah tegas dari manajemen PLN.
Sejumlah warga mengaku pemadaman listrik tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga berlangsung pada siang hingga sore hari dengan durasi yang bervariasi. Kondisi ini disebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama tanpa adanya penjelasan yang memadai mengenai penyebab maupun solusi permanen dari pihak terkait.
Akibat pemadaman yang terjadi hampir setiap hari, aktivitas masyarakat terganggu. Warga kesulitan menjalankan usaha kecil dan menengah, pelaku usaha kuliner mengalami kerugian karena bahan makanan cepat rusak, sementara para pelajar dan mahasiswa kesulitan belajar pada malam hari.
“Kalau listrik padam sesekali mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini hampir setiap malam. Kami merasa dirugikan karena tidak ada kepastian kapan listrik menyala dan kapan kembali padam,” ungkap salah seorang warga pesisir Bacan yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa juga disampaikan para pelaku usaha yang mengandalkan listrik untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Menurut mereka, pemadaman yang terus berulang telah berdampak langsung pada penurunan pendapatan.
“Usaha kami sangat bergantung pada listrik. Ketika padam berjam-jam, pelanggan berkurang dan barang dagangan berisiko rusak. Kalau terus seperti ini, masyarakat yang menanggung kerugian,” kata seorang pemilik usaha di wilayah Bacan Barat.
Warga menilai kondisi tersebut terkesan tidak wajar lantaran frekuensi pemadaman yang terlalu sering dan minimnya informasi resmi terkait penyebab gangguan. Mereka berharap PLN dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya.
Selain itu, masyarakat mendesak Kepala PLN Wilayah Maluku Utara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PLN Cabang Labuha. Desakan agar dilakukan pergantian pimpinan cabang pun mulai menguat seiring meningkatnya kekecewaan warga terhadap pelayanan kelistrikan.
Menurut warga, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan pasokan listrik di wilayah pesisir Bacan bagian barat dan utara tidak stabil. Mereka menilai langkah tegas diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera membaik.
“Kalau memang ada kendala teknis, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan biarkan warga terus dirugikan tanpa kepastian. Kami meminta Kepala PLN Maluku Utara segera turun tangan dan mengevaluasi pimpinan PLN Cabang Labuha,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat berharap PLN tidak hanya memberikan janji perbaikan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata melalui peningkatan infrastruktur kelistrikan, perawatan jaringan secara berkala, serta penyediaan cadangan daya yang memadai.
Hingga berita ini ditulis, pihak PLN Cabang Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari di wilayah pesisir Bacan bagian barat dan utara. Warga berharap ada respons cepat dan langkah konkret agar persoalan yang telah lama dikeluhkan tersebut dapat segera diatasi.
Masyarakat menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk turut mengawal penyelesaian masalah ini demi menjamin pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga Halmahera Selatan.
Kabiro Halsel/ Alimudin.











