Mandailing Natal, 7 Juli 2026 Global Investigasi news.my.id
Turnamen sepak bola Kijang Putra Cup II dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, kompetisi ini dinilai mampu mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.
Camat Sinunukan, Abdi Putra Negara Pulungan SH MH menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Sukadame selaku penyelenggara turnamen.
Menurutnya, Karang Taruna Desa Sukadame menjadi satu-satunya organisasi kepemudaan di antara 377 desa dan 23 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal yang menggelar turnamen sepak bola untuk memeriahkan Hari Bhayangkara(MO)
“Terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Saya mengajak seluruh tim, pemain, ofisial, dan suporter untuk bersama-sama menjaga nama baik institusi Bhayangkara dengan menjunjung tinggi ketertiban dan sportivitas.
Rivalitas hanya ada di dalam lapangan, setelah pertandingan selesai kita semua tetap bersaudara,” ujar Camat Sinunukan dalam sambutannya.
Sementara itu, melalui sambungan telepon seluler dari Masjid Agung Mandailing Natal, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mandailing Natal, Drs. Parlin Lubis, A.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kijang Putra Cup II.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda tahunan sebagai wadah pembinaan generasi muda serta pencarian bibit-bibit pesepak bola berbakat di Kabupaten Mandailing Natal.
Ketua ASKAB PSSI Mandailing Natal, Muktar Hanafi, juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen.
Beliau berharap Kecamatan Sinunukan dapat menjadi contoh bagi klub-klub sepak bola lainnya di Mandailing Natal dalam melakukan pembinaan pemain usia muda.
“Semoga dari kompetisi seperti ini akan lahir pemain-pemain berkualitas yang mampu membawa nama baik Kabupaten Mandailing Natal di tingkat provinsi hingga nasional,” ungkapnya.
Kijang Putra Cup II tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi di lapangan hijau, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mendukung pembinaan olahraga sepak bola di Kabupaten Mandailing Natal.










