
Jejak Teror di Balik Illegal Drilling Jambi: Wartawan Diserang, Dugaan Jaringan dan Beking Menguat
Batang Hari, 26 April 2026 – Peristiwa kekerasan terhadap dua jurnalis Global Investigasi News di wilayah Bungku, Bahar Unit 15, Jambi, membuka tabir serius tentang dugaan kuat adanya jaringan terorganisir di balik aktivitas illegal drilling yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.
Wan Subur dan Ujang, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik, diduga menjadi korban penyerangan oleh oknum sopir angkutan minyak ilegal. Serangan menggunakan tongkat besi serta aksi pengejaran oleh puluhan orang menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar tindakan spontan, atau bagian dari pola sistematis untuk menghalangi kerja pers?
Dari keterangan korban, insiden tidak berhenti pada aksi kekerasan awal. Setelah menyelamatkan diri, keduanya kembali dikejar oleh massa yang disebut berjumlah puluhan kendaraan. Situasi ini mengarah pada dugaan adanya mobilisasi cepat yang tidak terjadi secara kebetulan.
“Pergerakan massa begitu cepat dan terkoordinasi. Ini menimbulkan dugaan adanya pihak yang mengendalikan,” ungkap salah satu korban.
Sejumlah informasi yang dihimpun di lapangan juga mengindikasikan bahwa aktivitas illegal drilling di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama dan diduga melibatkan jaringan dengan struktur yang rapi, mulai dari penambangan, distribusi, hingga pengamanan di lapangan.
Lebih jauh, muncul pula dugaan adanya pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut. Namun demikian, seluruh dugaan ini masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang transparan dan independen.
Pihak Global Investigasi News menyatakan telah mengantongi sejumlah data dan nama yang akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari laporan resmi ke Polda Jambi.
“Kami menghormati proses hukum. Semua data yang kami miliki akan kami serahkan agar diuji secara objektif,” ujar perwakilan media.
Insiden ini sekaligus memperlihatkan tingginya risiko yang dihadapi jurnalis ketika meliput isu-isu sensitif seperti praktik ilegal yang diduga melibatkan kepentingan ekonomi besar.
Pengamat menilai, jika benar terdapat jaringan terorganisir di balik aktivitas ini, maka penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan langkah menyeluruh untuk mengungkap rantai distribusi, aliran dana, serta kemungkinan keterlibatan oknum yang menyalahgunakan kewenangan.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi penegakan hukum: apakah mampu mengungkap fakta secara utuh, atau berhenti pada pelaku lapangan semata.
Di tengah situasi ini, satu hal menjadi sorotan utama—jaminan keamanan bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Tanpa itu, fungsi kontrol sosial yang menjadi pilar demokrasi berpotensi terancam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi. *** Bersambung
(Tim Global Investigasi News Jambi)









