Selasa12 Mei 2026
Jayapura, globalinvestigasinews.com – Jalan penghubung Jayapura-Wamena atau jalan trans Papua diwilayah distrik Waris tepatnya di Kalimo yang sebelumnya rusak parah disebabkan longsor akibat curah hujan yang tinggi terjadi pertengahan April lalu, kini terlihat arus distribusi bahan pokok dapat melaju tanpa hambatan.
Yerri Basri Mak, SH.,MH Aktivis sekaligus Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa dalam keterangannya, Selasa (12/5/26) sangat mengapresiasi langkah konkret penanganan jalan Kalimo ruas jalan trans Papua yang dilakukan pihak Balai BPJN XVIII Papua/Jayapura, dalam hal ini Kepala Balai BPJN, Kepala Satuan Kerja, Pejabat Pembuat Komitmen, dan pihak ketiga yang turut andil untuk rampungnya jalan alternatif Kalimo.
” Apresiasi dan terima kasih kami kepada Ka’balai, Kasat’ker, PPK Balai BPJN Papua serta pihak ketiga yang telah bekerjasama dan sigap sehingga tak butuh waktu lama setelah informasi terputusnya jalan penghubung trans Papua itu ambruk, ada tindakan cepat pihak balai sehingga hanya kurun waktu empat hari arus lalu lintas bisa kembali normal, sebuah prestasi hebat. Ini mencerminkan kalau Balai Kementerian PUPR di daerah Papua bersunggu-sungguh menjalankan misi negara,” tutur Yerri Basri.
Yerri melanjutkan, kalau Balai BPJN Papua hanya berfokus pada Jalan dan Jembatan sebagaimana fungsinya dan area longsor Kalimo berdekatan dengan sungai yang melingkar, maka untuk mengantisipasi kejadian berulang butuh kolaborasi dan sinergitas pihak Balai BWS Papua, sebab melihat patahan tanah dilokasi longsor itu jelas ada resapan air Sungai. Ini juga perlu menjadi perhatian pihak BWS Papua guna meminimalisir dampak air sungai dan pengendalian daya rusak yang ditimbulkan akibat curah hujan yang kerap memicu.
” Melihat kondisi jalan dan jembatan pada ruas jalan trans Papua yang sering longsor, saya kira ini saatnya Balai BWS Papua untuk ambil bagian dalam penanganannya dan tidak lagi membiarkan Balai BPJN bekerja sendiri. Ini dua badan dari tubuh yang sama, sehingga jika berkolaborasi dan bersinergi maka hasil dilapangan akan lebih joss. Balai BPJN berkonsentrasi pada penanganan insfratruktur jalan dan jembatan sedangkan Balai BWS Berfokus pada penanganan dampak kerusakan akibat luapan air kali, hal ini tentu butuh kordinasi kedua belah demi mengantisipasi bencana atau musibah yang tidak dapat diprediksi,” harapnya.
Lagi Yerri menuturkan bahwa, kendala lain yang jadi penghalang lambatnya implementasi pelaksanaan kerja Balai BPJN Papua umumnya, khususnya di wilayah jalan trans Papua adalah menyangkut hak hulayat dan ini menjadi salah satu faktor penghambat, padahal tujuan dan manfaatnya demi kepentingan hidup masyarakat Papua agar mobilisasi serta distribusi perekonomian bisa berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan.
Kini jalan trans Papua jalur Kalimo Distrik Waris sudah kembali lancar bisa dilewati sejak pertengahan April lalu usai rampung dikerjakan Balai BPJN Papua, meski hanya sebagai jalan alternatif tetapi masyarakat pengguna jalan merasa bersyukur dan berharap kedepan wacana pembangunan jalan permanen oleh pihak Balai BPJN XVIII Papua/Jayapura bisa terlaksana, lebih dari itu wajah Papua dari sudut pandang infrastruktur menjadi menarik tentu Balai Kementerian PUPR dimata rakyat adalah, ” The Number One “
(Nando)










