ACEH SINGKIL – Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Rina (40-an) menjadi korban tindak pidana perampasan dengan kekerasan di kediamannya di Dusun IV Pegugung, Desa Lipat Kajang Atas, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, pada Rabu (23/9/2026).
Dalam aksi nekat tersebut, pelaku berhasil melarikan diri membawa perhiasan emas seberat 45 gram setelah menyerang korban hingga mengalami luka di bagian kepala.
Kasie Trantib Kecamatan Simpang Kanan, Nurman, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu.
Berdasarkan kronologi awal, korban sedang berada di dapur seorang diri untuk menyiapkan makanan saat pelaku tiba-tiba masuk melalui pintu belakang rumah.
“Korban saat itu sedang memasak. Suaminya sedang bekerja, sementara anaknya masih berada di sekolah.
Pelaku masuk secara diam-diam, lalu menyerang korban dari belakang hingga menyebabkan luka di kepala,” jelas Nurman.
Setelah melumpuhkan korban, pelaku mengambil cincin dan gelang emas milik Rina sebelum kabur menggunakan sepeda motor menuju area perkebunan kelapa sawit warga.
Untuk menyamarkan identitas, pelaku terlihat mengenakan helm dan masker selama beraksi.
Lokasi kejadian terbilang strategis, yakni berada di pinggir jalan lintas Aceh Singkil–Sibolga, hanya sekitar 500 meter dari SPBU Simpang Kanan.
Akibat serangan tersebut, korban dievakuasi ke RSUD Aceh Singkil untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Simpang Kanan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi jejak pelaku.
Menyikapi peristiwa ini, aparat setempat dan tokoh masyarakat mengimbau kepada warga, khususnya ibu rumah tangga yang sering berada di rumah tanpa pendampingan anggota keluarga dewasa lainnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Masyarakat dihimbau untuk tidak memamerkan atau menggunakan perhiasan berharga dalam jumlah besar saat beraktivitas sehari-hari di rumah, terutama jika kondisi rumah sedang sepi.
Selain itu, pentingnya memastikan kunci pintu dan jendela selalu terkunci rapat, serta menjaga komunikasi dengan tetangga terdekat untuk menciptakan sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang responsif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada.
Jangan biarkan properti berharga terlihat mudah diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari kesadaran individu hingga kekompakan warga,” tambah Nurman.
Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi mengenai identitas pelaku yang belum terkonfirmasi resmi, agar proses penyelidikan dapat berjalan objektif dan tidak menghambat upaya penegakan hukum.
(Tim Redaksi)















