KABUPATEN BANDUNG — Gerakan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba mendapat dorongan baru. Ketua DPD BUANA Indonesia Jawa Barat, Siska N. Humaira, SH., M.Kn., LLM., bersama tokoh pendidikan Kabupaten Bandung H. Asep Ikhsan, SE., S.Pd., MM., menyatukan langkah memperkuat edukasi, pencegahan narkoba, serta pembangunan karakter pemuda.

Keduanya bertemu dalam agenda silaturahmi dan diskusi di Graha Wirakarya, Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Umum BUANA Indonesia, Andrie P. Raksabuana.
Pertemuan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Diskusi berkembang membahas persoalan serius yang dihadapi generasi muda, mulai dari ancaman narkoba, degradasi karakter, hingga derasnya perubahan sosial.
Siska menegaskan, penyelamatan generasi muda harus dilakukan melalui langkah nyata, terencana, dan berkelanjutan.
«“Kami ingin bersama-sama menyelamatkan anak bangsa. Pemuda harus sehat, cerdas, kreatif dan berani menghadapi tantangan global,” ujar Siska.»
Menurutnya, pencegahan narkoba tidak boleh menunggu hingga anak muda terjerumus. Edukasi harus diperkuat sejak dini melalui keluarga, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan organisasi kepemudaan.
Sementara itu, Asep Ikhsan menilai pendidikan dan pembentukan karakter merupakan benteng penting dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda.
«“Generasi muda adalah aset bangsa. Kalau kita ingin Indonesia kuat, maka generasinya harus sehat, berpendidikan dan memiliki karakter,” tegas Asep.»
Ia mendorong kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas pemuda untuk memperkuat gerakan pencegahan.
“Jangan menunggu generasi terjerumus baru bertindak. Pencegahan harus dimulai sebelum masalah datang,” ujarnya.
BUANA Dorong Pemuda Jadi Kekuatan Perubahan
Kolaborasi Siska dan Asep menjadi bagian dari upaya membangun ruang gerak pemuda yang lebih positif. BUANA Indonesia diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi untuk menghadirkan edukasi kreatif, membangun karakter, serta mendorong pemuda berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan masa depan bangsa.
Pesannya tegas: pemuda bukan sekadar objek yang harus dilindungi, tetapi kekuatan bangsa yang harus diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menentukan masa depannya.
Gerakan melawan narkoba pun tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, dunia pendidikan, pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemuda itu sendiri.
Pertemuan Siska dan Asep menjadi langkah awal memperkuat gerakan tersebut.
Dari Kabupaten Bandung, semangat menyelamatkan generasi muda diharapkan terus berkembang menjadi gerakan yang lebih luas demi terwujudnya pemuda Indonesia yang sehat, berkarakter, produktif, dan siap menyongsong Indonesia 2045.
Redaksi















