Foto: Warga Penanganan Stunting di Desa Sukokidul, Kecamatan Pule, Trenggalek.
Angka Stunting Masih 15 Kasus, Desa Sukokidul Genjot PMT & Edukasi Turunkan Angka Gagal Tumbuh
TRENGGALEK | Pemerintah Desa Sukokidul, Kecamatan Pule, terus bergerak menekan angka stunting yang masih tercatat 15 anak balita hingga Mei 2026, angka yang masih tergolong tinggi di wilayah pegunungan ini. Berbagai program telah dijalankan mulai dari pemberian makanan tambahan, penyuluhan, hingga perbaikan fasilitas dasar, bersumber dari APBDes dan dukungan pemerintah kabupaten, Rabu (13/5/2026).
Kondisi Terkini data terbaru menunjukkan ada 15 balita terkonfirmasi stunting (tinggi badan tidak sesuai umur) dan sejumlah anak lain berisiko. Semua anak yang masuk data prioritas sudah mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi secara rutin, dianggarkan penuh dari Dana Desa 2026, agar asupan gizi terpenuhi dan pertumbuhan bisa diperbaiki.
Langkah & Program Utama
Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Setiap anak stunting mendapat jatah makanan bergizi setiap bulan, dimasak segar dan disesuaikan kebutuhan gizi.
Rembuk Stunting: Diadakan Juli 2025, melibatkan perangkat desa, bidan, kader PKK, tokoh masyarakat, dan orang tua. Hasilnya disusun rencana kerja 2026–2027 sesuai kebutuhan warga.
Penyuluhan & Edukasi: Bidan desa dan kader rutin sosialisasi: ASI eksklusif 6 bulan, MPASI tepat, gizi ibu hamil, tablet tambah darah, kebersihan, dan sanitasi.
Perbaikan Lingkungan: Dana desa dipakai bangun/renovasi jamban keluarga, saluran air, dan akses air bersih faktor utama penyebab stunting selain gizi.
Tim Pendamping Keluarga: Kader dan tenaga kesehatan mendatangi rumah keluarga berisiko, pantau tumbuh kembang, dan bimbing pola asuh.
Kendala lokasi desa berbukit, akses ke beberapa dusun sulit
Pengetahuan gizi dan kebiasaan makan masih perlu ditingkatkan
Tenaga kesehatan terbatas, namun kader desa berperan besar mengisi kekosongan
Kutipan Kepala Desa:
“Kami tidak berhenti sampai di sini. Target 2027 angka stunting turun drastis, bahkan nol kasus. Semua anggaran dan tenaga kami arahkan ke sini, karena ini masa depan anak desa.”
Harapan warga berharap dukungan tambahan dari Pemkab Trenggalek, khususnya program Dapur Cinta dan bantuan pangan lokal, agar penanganan lebih cepat dan merata.(ard)











