Mandailing Natal 21/04/2026 Global Investigasi news.com
Gangguan jaringan internet yang kerap terjadi di Kecamatan Batahan dan Sinunukan kembali memicu keluhan masyarakat.
Ketergantungan tinggi terhadap layanan digital membuat kondisi ini berdampak luas, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas transaksi keuangan.
Warga mengeluhkan bahwa setiap kali listrik dari PLN padam, jaringan internet juga ikut terhenti. Hal ini memunculkan dugaan bahwa sejumlah penyedia layanan, baik operator seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, maupun penyedia WiFi lokal, belum didukung fasilitas cadangan listrik seperti genset secara memadai.
“Kalau listrik mati, otomatis internet juga mati. Ini sudah bertahun-tahun terjadi, tapi tidak ada solusi nyata,” ujar salah seorang warga Sinunukan.
Kondisi tersebut sangat dirasakan dampaknya oleh pelajar yang membutuhkan akses internet untuk belajar, aparatur desa yang harus mengirim laporan kegiatan secara daring, hingga masyarakat umum yang melakukan transaksi perbankan dan digital.
Sejumlah konsumen mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan ke pusat layanan masing-masing perusahaan. Namun, hingga kini belum ada peningkatan kualitas layanan yang signifikan.
Di sisi lain, masyarakat juga menagih janji pemerintah daerah terkait bantuan internet berbasis satelit Starlink. Bantuan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi, pasca bencana yang sempat melanda wilayah tersebut.
“Janji bantuan Starlink itu sangat kami harapkan, apalagi kondisi seperti sekarang. Jangan hanya jadi wacana,” kata tokoh masyarakat Batahan/Sinunukan
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak penyedia layanan dapat segera mengambil langkah konkret, baik dengan menghadirkan infrastruktur pendukung seperti genset di tiap BTS, maupun mempercepat realisasi bantuan internet alternatif.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat menilai akses internet bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan utama yang menyangkut berbagai aspek kehidupan. Mereka mendesak agar persoalan ini tidak terus berlarut tanpa solusi yang jelas (MO).









