Kepala Desa Diduga Jalankan Kepemimpinan Secara Sepihak, Warga Rantau Jaya Udik II Soroti Transparansi

Global Investigasi News – Lampung Timur, Lampung
Sejumlah tokoh masyarakat di Desa Rantau Jaya Udik II, Kabupaten Lampung Timur, menyoroti gaya kepemimpinan Kepala Desa Sugeng Riadi yang dinilai cenderung berjalan sendiri tanpa melibatkan perangkat desa maupun masyarakat.
Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, dalam menjalankan roda pemerintahan desa, Sugeng Riadi disebut sering mengambil keputusan tanpa melalui musyawarah.
“Banyak rencana pembangunan yang diputuskan tanpa rapat atau musyawarah, baik dengan perangkat desa maupun masyarakat,” ujarnya.
Sorotan juga muncul terkait kegiatan halal bihalal yang digelar beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri lalu di balai desa. Dalam kegiatan tersebut, kepala desa disebut menyampaikan rencana pembangunan gedung koperasi merah putih yang akan dibangun di depan rumah pribadinya.
Selain itu, dalam forum yang sama, kepala desa juga disebut menyampaikan rencana penjualan salah satu aset desa melalui mekanisme tukar guling dengan pihak luar desa.
Namun, kegiatan tersebut menuai keberatan dari sejumlah pihak. Salah satu perangkat desa bahkan dikabarkan memberikan teguran langsung.
“Ini sudah berlebihan. Acara halal bihalal seharusnya untuk silaturahmi, bukan untuk meminta persetujuan warga terkait kebijakan strategis, apalagi sampai meminta tanda tangan persetujuan di tempat,” ungkapnya.
Di sisi lain, dugaan juga mencuat terkait pengelolaan dana ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp299.695.400. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Namun, berdasarkan informasi dari sumber yang dihimpun, dana tersebut diduga dipinjam secara pribadi oleh oknum perangkat desa, termasuk kepala desa dan beberapa kepala dusun, bukan digunakan melalui mekanisme kelompok masyarakat sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa Rantau Jaya Udik II, Sugeng Riadi, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tudingan tersebut.
Media Global Investigasi News masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna mendapatkan klarifikasi dan memastikan keberimbangan informasi.
Hairul









