KABUPATEN BANDUNG – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah kembali menunjukkan hasil konkret. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan BESTI (Beasiswa Ti Bupati) menjadi motor utama kenaikan rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Kabupaten Bandung.
Hal itu disampaikan Kang DS saat melaksanakan Safari Ramadhan 1447 Hijriah dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-5 di Masjid Pondok Pesantren Miftahul Falah, Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, Jumat (27/2/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Kang DS menyerahkan bantuan sepeda motor roda tiga, Al-Qur’an, serta dukungan lainnya bagi pondok pesantren dan masyarakat sekitar.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, tokoh agama, serta ratusan jamaah.
RLS Naik Jadi 9,4 Tahun
Kang DS memaparkan, pada 2020 rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung berada di angka 8,96 tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 9,4 tahun.
Menurutnya, lonjakan ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan meningkatnya akses dan kesadaran pendidikan masyarakat.
“Yang belum memiliki ijazah SMP atau SMA, silakan ikut PKBM. Untuk yang ingin melanjutkan kuliah, ada beasiswa BESTI,” tegasnya.
Program PKBM membuka kesempatan pendidikan kesetaraan bagi warga yang putus sekolah, sementara BESTI menjadi jembatan bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
IPM Tembus 75,58 Poin
Kenaikan rata-rata lama sekolah berkontribusi langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat awal menjabat pada 2021, IPM Kabupaten Bandung berada di angka 72 poin.
Tahun 2025, IPM melonjak menjadi 75,58 poin.
Selain pendidikan, dua indikator lain yang mendorong kenaikan IPM adalah kesehatan dan daya beli masyarakat.
Di sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat kini mencapai 75,70 tahun. Pemerintah daerah memperkuat layanan melalui 62 puskesmas serta rencana pembangunan rumah sakit baru di Cimenyan.
Sementara itu, akses air bersih terus diperluas melalui PDAM Tirta Raharja dengan target penambahan 80.000 sambungan rumah, dari 132.000 menjadi sekitar 200.000 sambungan rumah.
Daya Beli Menguat di Tengah Tantangan Fiskal
Dari sisi ekonomi, daya beli masyarakat Kabupaten Bandung tercatat Rp11,63 juta per kapita per tahun. Capaian ini dinilai positif meski Transfer ke Daerah (TKD) mengalami penurunan sekitar Rp 1 triliun.
Kang DS menyebut program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi Rp5,4 triliun per tahun turut memberikan efek pengganda terhadap ekonomi daerah.
Ia juga mengajak masyarakat menguatkan Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) untuk menjaga stabilitas pangan keluarga dan menekan beban pengeluaran rumah tangga.
74 Persen Visi-Misi Terealisasi
Dalam satu tahun kepemimpinan periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Ali Syakieb, Kang DS menyebut realisasi visi-misi telah mencapai 74 persen berdasarkan laporan Bapperida.
“Ini hasil kerja kolektif seluruh ASN, camat, kepala desa, dan masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian integritas daerah berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI yang menempatkan Kabupaten Bandung sebagai peringkat pertama di Jawa Barat dan keempat secara nasional.
Dengan penguatan pendidikan melalui PKBM dan BESTI,
peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat, Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya membangun fondasi pembangunan manusia yang berkelanjutan — sebuah model pembangunan daerah yang relevan dalam konteks nasional.









