BANDUNG, JAWA BARAT — Aspirasi masyarakat kembali diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur jalan lingkungan di Kabupaten Bandung. Jalan di Kompleks Pesona Rancaekek, RT 01/RW 18, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, kini mendapat penanganan melalui pembangunan jalan hotmix yang dikawal Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil 4, H. Thony Fathony Muhamad, S.Ag., Senin (21/9/2026).

Pekerjaan tersebut meliputi pengaspalan jalan sepanjang 148 meter dengan lebar 4 meter. Kehadiran infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan lingkungan yang lebih layak, sekaligus mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari warga.
Realisasi pembangunan jalan tersebut menunjukkan pentingnya mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Sebagai wakil rakyat dari Dapil 4, H. Thony Fathony Muhamad menjalankan fungsi representasi dengan menyerap kebutuhan masyarakat, menyampaikan aspirasi melalui mekanisme kelembagaan, serta mengawal usulan sesuai tahapan perencanaan dan penganggaran daerah.
Aspirasi Warga Berujung Infrastruktur Nyata
Bagi masyarakat RT 01/RW 18, peningkatan kualitas jalan bukan sekadar pekerjaan fisik. Jalan lingkungan menjadi bagian penting dari konektivitas permukiman yang menunjang mobilitas warga, akses kendaraan, kegiatan sosial, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus memperlancar akses keluar-masuk kawasan permukiman.
Realisasi tersebut juga menggambarkan keterhubungan antara kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan dengan proses pembangunan melalui pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
Dalam pembangunan daerah, aspirasi masyarakat memiliki posisi penting agar program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai penerima manfaat.
Wakil Rakyat Kawal Kebutuhan Masyarakat
Pengawalan aspirasi oleh anggota DPRD tidak hanya berkaitan dengan penyampaian usulan, tetapi juga bersinggungan dengan fungsi kelembagaan DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui tahapan perencanaan, penganggaran, dan pengawasan.
Pembangunan jalan hotmix di Kompleks Pesona Rancaekek menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan infrastruktur di tingkat lingkungan dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah melalui proses representasi masyarakat.
Dengan panjang 148 meter dan lebar 4 meter, peningkatan jalan di RT 01/RW 18 Desa Bojongloa tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga dan memperkuat aksesibilitas kawasan permukiman.
Pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat pada akhirnya bukan hanya tentang selesainya pekerjaan fisik. Yang tidak kalah penting adalah manfaat yang dirasakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Aspirasi yang diserap dan dikawal melalui jalur kelembagaan menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Bagi warga Pesona Rancaekek, jalan yang kini lebih mulus menjadi bagian dari perubahan nyata di lingkungan mereka—sekaligus menjadi pengingat bahwa kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah ketika disampaikan dan dikawal melalui mekanisme yang semestinya.
REDAKSI















