KENDAL – GLOBAL GINEWS TV Krisis air bersih masih menjadi persoalan tahunan bagi warga Dusun Krajan, Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, terutama saat musim kemarau. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di tiga rukun tetangga (RT) terdampak kondisi tersebut dan selama ini mengandalkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal.
Tiap Tahun Kekeringan
Kepala Desa Tambahsari, Maryadi, mengatakan kekeringan merupakan masalah yang terus berulang setiap musim kemarau hingga akhir tahun. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk rutin mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Kendal guna memenuhi kebutuhan warga.
“Setiap tahun, pada akhir tahun atau saat musim kemarau, wilayah kami selalu mengalami kekeringan. Kami rutin mengajukan permohonan kepada BPBD Kabupaten Kendal untuk mengirimkan bantuan air bersih,” ujar Maryadi.
Menurut Maryadi, pembangunan fasilitas sumur bor menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air bersih selama musim kemarau. Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga bagi sekitar 150 KK yang tinggal di tiga RT di wilayah Dusun Krajan.
Maryadi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dan perusahaan swasta yang telah memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Ia berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya ketika pasokan air mulai sulit diperoleh selama musim kemarau.
Pemkab Kendal Apresiasi
Pemerintah Kabupaten Kendal turut mengapresiasi penyaluran program CSR berupa pembangunan fasilitas air bersih melalui sumur bor di Dusun Krajan. Pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama yang dihadiri Bupati Kendal Bu Hj. Dyah Kartika Permanasari S.E M.M. pada Rabu (9/9/2026).
Bupati Kendal mengatakan Dusun Krajan merupakan salah satu wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau tiba. Oleh karena itu, bantuan pembangunan fasilitas air bersih tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan.
“Kami menyampaikan terima kasih. Bantuan CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat,” ujar Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika.
Mbak Tika berharap fasilitas sumur bor tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga secara berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, peningkatan derajat kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan fasilitas air bersih melalui kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan dunia usaha tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan kekeringan di Tambahsari. Dengan adanya sumber air yang lebih permanen, warga diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan distribusi air bersih setiap kali musim kemarau melanda.















