Pulang Pisau – Global InvestigasiNews, Tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Jumat (10/7/2026). Penanganan difokuskan pada pemadaman titik api yang masih aktif, pendinginan lahan gambut, serta patroli untuk mencegah munculnya kebakaran kembali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kegiatan merupakan lanjutan dari operasi penanganan karhutla yang masih berlangsung berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Sebelum menuju lokasi, seluruh personel mengikuti apel dan pembagian tugas. Di lapangan, tim melakukan asesmen perkembangan kebakaran, memadamkan titik api yang masih aktif, melaksanakan pendinginan pada area yang telah dipadamkan, serta melakukan patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk menentukan strategi pemadaman lanjutan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Herman Wibowo.
Operasi penanganan didukung berbagai peralatan, di antaranya mesin pompa Honda WL 20 XN, dua perahu kecil, selang pemadam, nozel semprot, perangkat komunikasi (handy talky), serta drone Mavic 3 untuk pemantauan dari udara.
Penanganan karhutla melibatkan unsur BPBD Kabupaten Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dengan lima regu gabungan, Satgas Udara sebanyak empat regu, Manggala Agni, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, KPHP Kahayan Hilir, Polri, dan TNI.
Hasil operasi menunjukkan tim gabungan berhasil kembali memadamkan sejumlah titik api dan bara yang masih tersisa di lahan gambut. Pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali (re-ignition). Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman dan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Api yang berada di bawah permukaan lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, cuaca panas disertai angin yang berubah-ubah berpotensi mempercepat penyebaran api, sementara ketersediaan sumber air di sekitar lokasi masih terbatas sehingga distribusinya harus dilakukan secara efektif.
BPBD Kabupaten Pulang Pisau menyatakan luas area terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan karena operasi pemadaman dan pendinginan belum selesai. Pengukuran akan dilakukan setelah seluruh titik api berhasil dipastikan padam.
Ke depan, tim gabungan akan terus melanjutkan pemadaman, meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan, memperkuat pendinginan pada lahan bekas terbakar, serta mengintensifkan koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan karhutla di wilayah tersebut.(Romi)










