LAPORAN DUGAAN PENGEROYOKAN DI BAHAR U 15 BELUM TEMUI TITIK TERANG, AWAK MEDIA MINTA PENEGAKAN HUKUM TEGAS
Batanghari – Kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Bahar U 15 perbatasan Jalan Asiatik hingga kini disebut belum menemui titik terang. Perkara yang dilaporkan sejak hampir dua bulan lalu itu dikabarkan telah beberapa kali dialihkan penanganannya antar institusi kepolisian di wilayah Jambi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan tersebut awalnya disampaikan ke Polda Jambi, namun kemudian dialihkan ke Polres Batanghari. Selanjutnya, penanganan perkara kembali diarahkan ke Polsek Bajubang.
Pada Sabtu (23/05/2026), sejumlah awak media kembali mendatangi Polres Batanghari dan Polsek Bajubang guna mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut. Mereka mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada perkembangan yang dinilai signifikan.
Kasus dugaan pengeroyokan itu disebut terjadi saat rekan media dari Global Investigasi News sedang melakukan liputan dan pendataan di lapangan. Dalam keterangannya, sejumlah awak media mengeluhkan lambannya proses penanganan hukum sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik.
“Sebagai jurnalis kami berharap hukum benar-benar ditegakkan. Jangan sampai aparat terkesan lamban dalam menangani perkara yang menyangkut keselamatan awak media,” ujar salah satu awak media di lokasi.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya dugaan keterkaitan sejumlah pihak dengan aktivitas ilegal drilling di wilayah Bungku 51, 33, Jengkolan, dan Durenan. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum maupun perkembangan penyelidikan perkara tersebut.
Awak media meminta aparat penegak hukum, khususnya di wilayah Jambi, untuk segera mengambil langkah tegas dan profesional dalam menangani kasus dugaan pengeroyokan tersebut agar memberikan rasa aman bagi masyarakat dan insan pers.
“Kami hanya ingin ada kepastian hukum dan perlindungan bagi jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan,” tambah salah satu awak media.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus maupun dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam aktivitas ilegal drilling tersebut.
(Tim Global Investigasi News)











