Banyuwangi – Kantor Urusan Agama Kecamatan Tegalsari kembali menyelenggarakan kegiatan bimbingan perkawinan yang diikuti 14 calon pengantin dari beberapa desa, di Aula KUA Kecamatan Tegalsari, pada Rabu (20/5/2026).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Tegalsari, Mohamad Hasan. Dalam sambutan pembukaan, ia menekankan bahwa pondasi rumah tangga yang kuat dimulai dari komunikasi yang sehat antara suami dan istri.
“Berkeluarga itu urusannya dengan pasangan kita. Jadi jika ada apa-apa, selesaikan dengan pasangan, bukan dengan orang lain. Jangan biarkan masalah kecil melebar karena dibawa ke luar,” tegas Mohamad Hasan di hadapan peserta. Ia berharap bimbingan ini bisa menjadi ruang belajar sebelum pasangan benar-benar menjalani kehidupan rumah tangga.
Materi pertama dibawakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsari, Mohamad Toib. Ia mengupas tuntas tema “Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga” Mulai dari pemetaan penyebab konflik yang sering muncul pada awal pernikahan, perbedaan karakter, keuangan, hingga pola komunikasi. Mohamad Toib juga menjelaskan strategi penyelesaian konflik yang konstruktif agar tidak merusak keharmonisan dan kepercayaan antara pasangan.
Sesi kedua disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Abdul Aziz. Ia menguraikan konsep Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah berdasarkan nilai-nilai Islam. Peserta diajak memahami peran dan fungsi suami-istri secara seimbang, pentingnya saling pengertian, tanggung jawab, serta membangun rumah tangga yang tenang, penuh cinta, dan mendapatkan rahmat Allah SWT.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung interaktif. Moderator Lailia Nur Hamidah memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan baik. Para calon pengantin terlihat antusias, banyak yang aktif bertanya seputar persiapan mental, komunikasi pra-nikah, hingga cara menghadapi perbedaan pandangan dengan calon pasangan.
“Kalau ilmu saja tidak cukup, harus siap mental juga. Karena rumah tangga itu bukan hanya soal acara pernikahan satu hari, tapi kehidupan jangka panjang,” ujar salah satu panitia saat menutup sesi.
Melalui kegiatan ini, KUA Tegalsari berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal ilmu, pemahaman, dan kesiapan mental untuk membangun rumah tangga yang harmonis, stabil, dan sesuai ajaran Islam.
Sp











