ACEH SINGKIL – Ketua Yayasan Al-Hikmah Gosong Telaga, H. Abd Mustayab, MM., mendorong adanya pendirian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di wilayah Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.
Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan kata sambutanya diacara Peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW 1448 H/2026M di Koplek Yayasan Al-Hikmah Gosong Telaga, Jln Manunggal Gosong Telaga Timur Kecamatan Singkil Utara, Saptu malam (3/10/2026) sekira puku 21:30 WIB.
H. And Mustayab menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai serta para guru dan ustaz yang tetap hadir meskipun kegiatan berlangsung dalam suasana gerimis.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Singkil yang diharapkan dapat memberikan pemahaman dan siraman keagamaan, khususnya mengenai sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat Jahiliyah.
Menurutnya, peningkatan pemahaman keagamaan dan sejarah Rasulullah SAW perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan serta pembinaan generasi muda.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu-ibu guru, dewan guru dan ustaz-ustaz yang telah bersedia melakukan hal yang sangat positif di tengah-tengah kadar keimanan dan pengetahuan kita tentang sejarah Rasul,” ujar H. And Mustayaf.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Yayasan Al-Hikmah bersama masyarakat Gosong Telaga telah memiliki nota kesepahaman (MoU) dan berharap dukungan Kemenag untuk merealisasikan pendirian Madrasah Aliyah di wilayah tersebut.
“Ke depannya kami berharap Bapak Kakan Kemenag dapat mengabulkan permintaan kami dari yayasan dan masyarakat Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, untuk mendirikan MAN atau Madrasah Aliyah,” katanya.
H. And Mustayaf menilai keberadaan lembaga pendidikan tingkat menengah berbasis keagamaan sangat penting dalam mendukung pembinaan generasi muda, termasuk dalam melahirkan qori dan qoriah dari Kecamatan Singkil Utara.
Ia menyinggung kondisi sebelumnya ketika peserta qori dan qoriah untuk mewakili daerah masih banyak berasal dari kecamatan lain.
“Saya teringat satu tahun atau beberapa bulan yang lalu, para qori dan qoriah kita diambil dari kecamatan-kecamatan lain. Kenapa? Ke mana kita? Ke mana kita untuk membina anak-anak kita ke depannya?” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar pembinaan generasi Qurani dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat kecamatan.
“Harus kita keluarkan qori dan qoriah kita dari Kecamatan Singkil Utara sendiri,” tegasnya.
Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, sehingga rencana pendirian Madrasah Aliyah tersebut dapat direalisasikan dan menjadi salah satu sarana pembinaan pendidikan serta keagamaan bagi generasi muda di wilayah Singkil Utara.
“Demikian yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan Bapak Kakan Kemenag dapat mengabulkan permintaan kami,” pungkasnya.Jika Anda ingin, saya juga bisa mempertajam naskah ini menjadi gaya berita media online yang lebih singkat, fokus pada tuntutan pendirian MAN, dengan judul yang lebih kuat.(*)
(Tim Ginews)





