MANGGARAI TIMUR — Warga Desa Golo Lijun, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyoroti respons Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Gempa yang disebut warga terjadi sekitar pukul 05.58 WITA tersebut membuat masyarakat di wilayah Pantura Manggarai Timur diliputi kekhawatiran. Warga juga menyebut sejumlah rumah mengalami kerusakan dan terdapat masyarakat yang menjadi korban luka maupun meninggal dunia.
Sejak terjadinya gempa, warga Desa Golo Lijun mengaku masih mengungsi di sejumlah posko hingga Jumat (21/8/2026). Pengungsian dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga hari ketujuh pascagempa belum menerima bantuan langsung dari Pemda Manggarai Timur.
“Sejak hari kejadian sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemda Manggarai Timur. Kami sudah tujuh hari mengungsi di posko dan kesulitan memenuhi kebutuhan makan, minum, serta kebutuhan dasar lainnya,” ujar salah seorang warga Desa Golo Lijun kepada awak media.
Menurut warga, kondisi tersebut semakin berat karena masyarakat masih berada di tempat pengungsian dan membutuhkan kepastian terkait penanganan serta bantuan dari pemerintah.
Di tengah keterbatasan tersebut, warga mengaku sangat terbantu oleh kehadiran sejumlah relawan dan lembaga sosial yang memberikan bantuan ke beberapa posko pengungsian.
Warga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah yayasan dan organisasi sosial, di antaranya Yayasan BTI dan AlZis, yang dinilai bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.
“Kami sangat bersyukur masih ada orang-orang baik dan relawan yang membantu di setiap posko. Bantuan memang belum mencukupi seluruh kebutuhan, tetapi kepedulian mereka sangat berarti bagi kami,” kata warga tersebut.
Warga berharap Pemda Manggarai Timur segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mengambil langkah mitigasi menghadapi kemungkinan bencana susulan.
Perlu Klarifikasi Pemda
Sorotan warga tersebut merupakan bentuk aspirasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemda Manggarai Timur mengenai alasan belum diterimanya bantuan oleh warga Desa Golo Lijun maupun langkah penanganan yang telah dilakukan terhadap masyarakat terdampak.
Media juga masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pemda Manggarai Timur, BPBD, maupun pihak terkait mengenai jumlah korban, kerusakan bangunan, kondisi pengungsi, serta langkah tanggap darurat pascagempa.
Konfirmasi dari pihak pemerintah diperlukan agar informasi mengenai penanganan bencana dapat disampaikan secara berimbang dan masyarakat memperoleh kepastian mengenai langkah-langkah yang sedang dilakukan.
Global Investigasi News















