ACEH SINGKIL – 17 Juli 2026
Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan publik kembali menunjukkan hasil nyata. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, melakukan peninjauan langsung terhadap realisasi bantuan hibah alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, Rabu (15/7/2026).
Kunjungan strategis ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas medis baru yang akan segera beroperasi. Bupati didampingi oleh Asisten I Setdakab Junaidi, S.STP., M.Si, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Hendra Sunarno, SE.Ak., M.Si, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Mursal, SKM., MM.Kes, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan disambut hangat oleh Direktur RSUD Aceh Singkil, dr. Mardiana, M.K.M, beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Fokus utama peninjauan kali ini adalah ruang Catheterization Laboratory (Cathlab), fasilitas medis berteknologi tinggi yang dilengkapi mesin angiografi untuk diagnosis dan tindakan minimal invasif pada penyakit jantung dan pembuluh darah. Bantuan Cathlab dengan estimasi nilai mencapai Rp18 miliar ini merupakan buah dari perjuangan intensif Pemkab Aceh Singkil kepada pemerintah pusat.
Saat ini, proses yang tersisa hanyalah pemasangan alat oleh tim teknis Kementerian Kesehatan. Dengan target operasional pada awal tahun 2027, kehadiran Cathlab akan menempatkan RSUD Aceh Singkil sejajar dengan rumah sakit rujukan utama di Provinsi Aceh, seperti RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dan RSUD Meuraxa.
Hal ini secara signifikan akan mengurangi beban rujukan pasien jantung ke luar daerah.
“Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan. Untuk Cathlab, saat ini tinggal proses pemasangan. Kita berharap dapat segera beroperasi sehingga masyarakat Aceh Singkil tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan jantung,” ujar Bupati Safriadi Oyon.
Selain Cathlab, Bupati juga menyoroti upaya pengadaan alat Computed Tomography (CT Scan) melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan. Alat diagnostik pencitraan tiga dimensi ini, yang bernilai antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar tergantung spesifikasi, saat ini masih dalam proses pendistribusian.
Kehadirannya akan sangat vital dalam mendeteksi dini berbagai penyakit kritis seperti kanker, infeksi kompleks, serta cedera akibat trauma.
Rombongan juga meninjau ruang Endoskopi yang ditargetkan beroperasi tahun ini seiring dengan ketersediaan tenaga dokter spesialis, serta ruang persiapan layanan Hemodialisa (cuci darah) untuk memperluas akses bagi pasien gagal ginjal kronis.
Bupati Safriadi Oyon menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan merupakan prioritas mutlak dalam periode kepemimpinannya.
Melalui sinergi dengan pemerintah pusat, Aceh Singkil terus berupaya menutup kesenjangan akses layanan medis melalui pembangunan fasilitas, pengadaan alat canggih, dan penambahan sumber daya manusia kesehatan.
“Dengan hadirnya fasilitas-fasilitas ini, kami berharap dapat mendekatkan akses layanan medis bagi masyarakat Aceh Singkil. Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam kesehatan adalah investasi bagi masa depan generasi daerah ini,” tutupnya.
Realisasi bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat mampu menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar setiap warga.(*)
Sumber: Kominfo Aceh Singkil










