Kabupaten Bandung — Pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju. Di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan saat ini, tokoh pendidikan Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan ke depan, termasuk penguatan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPPB), harus mampu menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat serta berpihak pada kepentingan generasi penerus bangsa.Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pendidikan tidak semata menjadi proses belajar-mengajar di ruang kelas, melainkan investasi besar negara dalam membentuk sumber daya manusia unggul, berkarakter, mandiri, serta siap menghadapi tantangan zaman dan persaingan global.
Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, H. Asep Ikhsan menilai bahwa setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun latar belakang sosial.
“Pendidikan adalah hak seluruh rakyat. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses atau keadaan ekonomi.
‘Ke depan, SPPB harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan keadilan pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar H. Asep Ikhsan.
Ia menekankan, pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas.
Menurutnya, kualitas pendidikan hari ini akan sangat menentukan wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, setiap kebijakan pendidikan harus memiliki orientasi jangka panjang dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dikenal luas sebagai tokoh yang konsisten mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan selama ini aktif dalam pengembangan lembaga pendidikan, perluasan akses belajar masyarakat, hingga penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Baginya, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, moral, integritas, serta kepedulian sosial.
Di tengah semangat menuju Indonesia Emas 2045,
ia mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga pemangku kebijakan—untuk menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Ia meyakini, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing.
“Ketika pendidikan hadir secara adil dan merata, maka masa depan bangsa akan lebih kuat.
Dari ruang-ruang kelas itulah lahir pemimpin, inovator, dan generasi penerus yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa besar,” pungkasnya.
(Red)











