MUARA ENIM – Kondisi SMP PGRI yang berada di Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, menjadi sorotan. Sekolah swasta tersebut saat ini hanya memiliki 19 siswa, dan seluruhnya merupakan siswa laki-laki. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena berpotensi mengancam keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Minimnya jumlah peserta didik berdampak langsung terhadap besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Sebagaimana diketahui, alokasi dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa, sehingga sekolah dengan jumlah peserta didik yang sedikit akan menerima anggaran yang terbatas.
Keterbatasan anggaran tersebut berpengaruh terhadap berbagai kebutuhan operasional sekolah, mulai dari pembayaran honor guru, pemeliharaan gedung, hingga penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran.
Selain minimnya jumlah siswa, komposisi peserta didik yang seluruhnya laki-laki juga menimbulkan sejumlah pertanyaan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa sebagian besar anak perempuan di wilayah tersebut memilih bersekolah di sekolah lain atau terdapat faktor lain yang memengaruhi pilihan pendidikan mereka.
Fenomena ini dinilai perlu menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim untuk mengetahui penyebab rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SMP PGRI Karang Agung, termasuk melakukan kajian terhadap pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, keberadaan sekolah negeri yang menawarkan pendidikan tanpa biaya dengan fasilitas yang relatif lebih memadai juga diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sekolah swasta kesulitan memperoleh peserta didik baru.
Sejumlah pihak berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut. Bentuk dukungan dapat berupa peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan terhadap sekolah swasta, serta evaluasi kebijakan pemerataan distribusi siswa agar seluruh satuan pendidikan memiliki kesempatan berkembang secara seimbang.
Keberlangsungan sekolah swasta juga merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran dalam memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, penyelenggara pendidikan, dan masyarakat dinilai penting agar sekolah-sekolah yang menghadapi keterbatasan tetap dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
(GLOBAL INVESTIGASI NEWS / YADIN)










